Kondisi Dollar Masuki Sesi Asia 20 April Masih Belum Sehat

506

Pergerakan dollar AS masih sangat lemah terhadap banyak rival-rival utamanya setelah perdagangan semalam rilis data sektor properti AS menunjukkan data yang mendukung suramnya kenaikan Fed rate. Dan masuki perdagangan forex sesi Asia hari Rabu  (20/04) dollar AS alami rebound teknikal dengan volume yang terbatas.

Mengakhiri perdagangan forex hari Selasa (19/04) dollar hanya kuat terhadap safe haven yen dimana pasar dikecewakan dengan dovish kenaikan Fed rate yang ditunjang dengan buruknya data building permits dan housing start Amerika. Kedua data tersebut berada di bawah data periode sebelumnya.

Kurs komoditas rally kuat terhadap dollar oleh kenaikan harga minyak mentah dan mengirim kurs aussie, loonie dan kiwi dollar ke posisi tertinggi 10-11 bulan sejak perdagangan bulan Juni-Juli 2015.

Euro berhasil lanjutkan rally untuk hari ketiga berturut setelah diberitakan dalam pengumuman ECB rate hari Kamis nanti tidak akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter lagi. Sedangkan kekuatan rally pound didapat dari pudarnya sentimen Brexit pasca jajak pendapat terbaru di Inggris yang banyak mendukung tidak terjadinya Brexit.

Pagi ini terpantau dollar menguat secara teknikal terhadap semua rival utamanya setelah alami tekanan jua cukup besar. Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya  di pasar spot terkini masih bergerak terbatas, sebelumnya  indeks dollar ditutup turun  0,47 persen ke posisi 94,50.

Untuk penggerak fundamental hari ini, selain data pasokan minyak mentah AS oleh EIA juga terdapat rilis data existing home sales AS yang diindikasikan menunjukkan kenaikan data dari bulan sebelumnya.

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here