Dollar AS Sesi Eropa 21 April Nyaris Terbuang

305

Mengakhiri perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (21/04), kurs utama dunia yaitu dollar AS terhadap rival utamanya hanya menguat terhadap euro saja. Lemahnya dollar terhadap rivalnya tersebut menimbang sikap Federal Reserve dengan kebijakan normalisasinya, terhadap euro lemah menanti kebijakan terkini dari ECB malam nanti.

Euro yang kini terpantau bergerak konsolidasi negatif terjadi oleh pertimbangan kebijakan moneter ECB terbaru yang akan disampaikan Mario Draghi malam nanti. ECB diperkirakan tidak akan mengubah kebijakannya namun pernyataan Draghi bulan lalu membuat peluang akan lebih lagi longgarkan kebijakannya dikarenakan kebijakan bulan lalu tidak berdampak.

Terhadap kurs komoditas, dollar hanya melemah terhadap kurs kiwi dollar atau NZDUSD ditengah penguatan harga minyak mentah. Aussie dan Loonie dollar yang berhasil mengambil momentum penguatan harga komoditas tersebut.

Indeks dollar  yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya  di pasar spot masih  bergerak negatif, setelah dibuka lemas di 94,54  kini indeks turun  ke posisi 94,54. Sebelumnya  indeks dollar ditutup naik  0,5 persen. 

Untuk penggerak fundamental malam nanti, data philly fed manufacturing bulan Maret dan unemployment claims pekan lalu diperkirakan akan memberatkan laju dollar AS sehingga rival-rival utamanya berpotensi rally.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here