Harga Minyak Mentah Melonjak Hampir 4 Persen, Posisi Tertinggi 2016

465

Harga minyak mentah ditutup pada posisi tertinggi baru tahun 2016 pada akhir perdagangan hari Rabu, setelah pemerintah AS melaporkan persediaan mingguan minyak mentah AS lebih kecil dari perkiraan.

Harga minyak mentah rebound setelah Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mengatakan persediaan minyak mentah naik 2,1 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 2,4 juta barel. Sedangkan data industri kelompok American Petroleum Institute menunjukkan kenaikan 3,1 juta barel.

Harga minyak mentah berjangka AS berakhir  3,77 persen lebih tinggi, atau $ 1,55, pada $ 42,63 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 1,74, atau 3,9 persen, pada $ 45,77 per barel, setelah sebelumnya menyentuh $ 45,82, level tertinggi sejak 26 November.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Retreat Seiring Berakhirnya Pemogokan Kuwait

Persediaan bensin AS turun sedikit, sementara persediaan bahan bakar distilat turun 3,6 juta barel, kata EIA. Produksi di ladang minyak AS terus menurun bertahap, data menunjukkan.

Dalam berita lain, spekulasi bahwa produsen minyak utama bertemu di Rusia pada bulan Mei untuk upaya lain dalam pembatasan produksi dibantah Moskow. Pada hari Minggu, Rusia dan negara-negara OPEC gagal mencapai kesepakatan mengenai pembekuan produksi pada pertemuan di Doha, Qatar.

“Tidak ada kesepakatan seperti itu,” kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak seperti dikutip oleh kantor berita RIA, mengacu pada pertemuan yang akan diadakan di Rusia.

Rusia juga mengatakan sebelumnya pada hari Rabu bahwa pihaknya siap untuk meningkatkan produksi minyak dalam kejatuhan lebih lanjut di antara produsen minyak utama setelah kegagalan pembekuan kesepakatan.

Harga solar sulfur ultra-rendah, juga dikenal sebagai minyak pemanas, naik 4 persen dan mencapai tertinggi 4 ½ bulan setelah penurunan tak terduga dalam timbunan sulingan, yang termasuk diesel.

Sebelumnya harga minyak mentah jatuh karena industri minyak dan gas Kuwait mengakhiri pemogokan tiga hari dan laporan kemudian mengatakan enam supertanker telah berbaris di terminal ekspor minyak mentah Kuwait untuk memuat minyak. Kuwait juga telah menaikkan produksi minyaknya menjadi 1,6 juta barel per hari (bph) dari 1,1 juta pada hari Minggu. Negara tersebut menghasilkan 2,8 juta barel per hari pada akhir Maret.

Akhir pemogokan telah menghidupkan kembali suasana bearish yang dibawa oleh kegagalan produsen utama pada hari Minggu untuk menyetujui untuk membekukan output dan membantu mengatasi ketidakseimbangan pasar yang telah menyebabkan anjloknya harga sejak pertengahan 2014.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi merosot kembali dengan kekuatiran terhadap kekenyangan pasokan global, setelah kegegalan pertemuan Doha memicu perkiraan negara-negara OPEC dan Rusia akan meningkatkan produksinya masing-masing. Namun perlu diperhatikan pergerakan dollar AS yang jika melemah akan dapat menguatkan harga minyak. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 42,10-$ 40,60, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance $ 43,10-$ 43,60.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here