Dollar AS Sesi Asia Akhir Pekan Kehabisan Tenaga

719

Memasuki perdagangan forex sesi Asia Jumat pagi (22/04) , dollar AS cepat sekali kehabisan tenaga setelah perdagangan semalam rilis data ekonomi Amerika yang positif berhasil mengangkat tinggi kurs utama global tersebut. Pagi ini dollar alami koreksi teknikal terhadap banyak mata uang dunia.

Dalam perdagangan forex sesi Amerika semalam, ada beberapa data ekonomi yang menjadi perhatian pasar setelah ECB mengeluarkan kebijakan untuk tidak mengubah kebijakan yang sudah ditetapkan pada bulan sebelumnya. Data tersebut data Philly Fed Manufacturing dan data unemployment claims periode pekan lalu, namun yang menjadi penggerak kuat dollar AS semalam dari data unemployment claims yang menunjukkan data lebih rendah dari periode sebelumnya setelah diperkirakan data alami kenaikan atau negatif.

Mengakhiri perdagangan forex hari Kamis (21/04) dollar hanya melemah terhadap  kurs safe haven yen yang disebabkan oleh anjloknya harga minyak mentah pasca pernyataan Rusia yang akan menaikkan kembali produksi minyaknya ke posisi tinggi sedang Arab Saudi mengancam akan membanjiri pasar minyak dengan produksinya yang melimpah.

Lihat:  Harga Minyak Mentah Turun Lagi

Sikap Mario Draghi setelah mengumumkan kebijakan yang tidak berubah dari kebijakan sebelumnya untuk memulihkan ekonomi kawasan satu mata uang tersebut gagal mempertahankan rally euro. Demikian juga poundsterling tidak sanggup untuk rebound kuat yang terbentuk pada sesi Eropa kemarin. 

Pagi ini terpantau dollar melemah secara teknikal terhadap semua rival utamanya . Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap 6 rival utamanya  di pasar spot terkini masih bergerak negatif, sebelumnya  indeks dollar ditutup turun  0,1 persen ke posisi 94,64.

Untuk penggerak fundamental hari ini, akan dirilis data flash manufacturing PMI oleh Markit terhadap banyak negara penggerak pasar termasuk juga dengan Amerika Serikat. Untuk data yang dirilis sesi malam nanti diperkirakan data flash PMI untuk AS lebih rendah dari periode sebelumnya.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here