Harga Minyak Mentah Sesi Asia Naik Terbantu Sentimen Positif

468

Harga minyak mentah naik di sesi perdagangan Asia pada hari Jumat (22/04), terdorong sentimen pasar yang lebih optimis meskipun adanya kekuatiran kelebihan pasokan yang berkelanjutan.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 50 sen atau 1,2 persen di $ 43,68 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent diperdagangkan pada $ 44,98 per barel pada 0418 GMT, naik 45 sen atau 1 persen dari posisi terakhir mereka.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun Terganjal Penguatan Dollar AS

Minyak mentah Brent telah meningkat sekitar 4,5 persen minggu ini dan WTI 8 naik persen, menempatkan kontrak minyak di jalur untuk sebuah kenaikan harga yang mantap. Harga minyak mentah naik lebih dari dua-pertiga sejak mencapai posisi terendah 2016 antara Januari dan Februari.

Para pedagang mengatakan bahwa sentimen komoditas telah berubah lebih percaya diri, dengan aksi beli minyak mentah oleh investor yang mengangkat harga.

Faktor lain adalah produsen telah mengambil keuntungan dari harga yang lebih tinggi dengan mengunci tingkat produksi.

Penurunan produksi, terutama di Amerika Serikat, di mana banyak produsen yang menutup produksi menyusul penurunan harga hingga 70 persen sejak 2014, juga membantu mengangkat pasar.

Bank investasi Perancis Natixis mengatakan diperkirakan produksi minyak AS untuk turun setidaknya 500.000 menjadi 600.000 barel per hari (bph) tahun ini, dibandingkan dengan tahun 2015, dan dengan 500.000 barel per hari pada tahun 2017.

Meskipun rally baru-baru ini, pasar minyak tetap kelebihan pasokan antara 1 juta dan 2 juta barel minyak mentah yang dipompa keluar setiap hari lebih dari permintaan, meninggalkan tangki penyimpanan di seluruh dunia diisi sampai penuh dengan bahan bakar yang tidak terjual.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi merosot kembali dengan kekuatiran terhadap kekenyangan pasokan global, setelah kegagalan pertemuan Doha memicu perkiraan negara-negara OPEC dan Rusia akan meningkatkan produksinya masing-masing. Namun perlu diperhatikan juga pergerakan dollar AS yang dapat mempengaruhi harga minyak. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 43,20-$ 42,70, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance $ 44,20-$ 44,70.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here