Berita Ekonomi Sepekan : Hasil Nyata Kerjasama Indonesia – Negara Eropa

775

Presiden Joko Widodo (Jokowi), pagi ini, Minggu, 17 April 2016, bertolak menuju Berlin, Jerman dalam rangka kunjungan kerja selama 5 (lima) hari ke empat negara di Eropa, yakni Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda. Kunjungan ini dilakukan Presiden untuk memenuhi undangan para pemimpin negara-negara Eropa.

Tema kunjungan kerja kali ini adalah memperkuat kerja sama dengan Uni Eropa (UE) terutama di bidang ekonomi dan juga bersama-sama perkuat toleransi dan membangun perdamaian dunia.

Berikut ringkasan hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Eropa.

1.Kerjasama Indonesia – Jerman

Pendidikan Vokasi

Kunjungan ke Jerman kali ini difokuskan pada kerjasama dibidang pendidikan vokasi, yang memang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pasar saat ini.

Dalam kunjungan resmi ke Jerman, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck, Senin, 18 April 2016, di Kantor Presiden Republik Federal Jerman, yang menyampaikan bahwa selain kerjasama di bidang ekonomi perdagangan dan investasi, fokus kunjungan  kali ini adalah peningkatan kerja sama pendidikan vokasional.

Untuk hal tersebut Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Pendidikan Vokasi Profesional di Siemenstadt, Senin 18 April 2016 pukul 12.45 Waktu Setempat (WS).

Presiden Jokowi disambut Direktur Senior Pusat Pelatihan Pendidikan Vokal Profesional Thomas Leubner. Di sini, Presiden mendapatkan informasi umum terkait  pendidikan kejuruan (dual training) di Jerman. Pendidikan kejuruan dual training adalah pendidikan yang berorientasi kerja dan mengharuskan para siswa/peserta belajar di dua tempat pembelajaran yaitu di sekolah dan di industri sehingga terjadi sinergitas antara pembelajaran di sekolah dengan pembelajaran di industri.

Bertemu CEO dan Kesepakatan Bisnis US$ 845,6 juta 

Pada Senin 18 April 2016,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jerman yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Adlon Kempinski, Berlin.

Selain memberikan pidato kunci pada Forum Bisnis Indonesia-Jerman, agenda Presiden Joko Widodo di Berlin, pada pagi hari, Presiden melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan terkemuka Jerman yang bertempat di Hotel Adlon Kempinski, Berlin diantaranya Meyer Werf GmbH & Co.KG, Ferrostaal GmbH, Bayer AG, Siemens AG, Daimler AG, Deutsche Bank AG.

Dalam rangka kunjungan Presiden RI ke Jerman kali ini juga telah ditandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama antara perusahaan Jerman dan Indonesia dengan total nilai kesepakan sebesar US$ 845,6 juta antara lain oleh PT Aneka Tambang dgn Ferrostaal, PT Pelni dengan Meyer Werft, PT Pindad dengan Junggans Microtech, APRIL dengan Inapa dan PT PLN dengan Siemens.

 

2.Kerjasama Indonesia – Inggris

Pertemuan Dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron, di Downing Street Number 10, London, Selasa (19/4) Pukul 11.30 waktu setempat, membahas upaya untuk mempererat hubungan perekonomian kedua negara.

Dubes Inggris di Jakarta, Moazzam Malik, kepada wartawan usai pertemuan di kantor PM Inggris itu, menyatakan hasil pertemuan adalah menandatangani kerjasama melalui MoU antara Airbus dan Garuda. Kesepakatan besar lebih dari 1 miliar pounds, yaitu pembelian 14 pesawat baru oleh Garuda Indonesia. Selain itu telah ditanda tangani MoU untuk kerja sama di industri kreatif, energi baru terbarukan, dan lainnya.

Pertemuan Dengan CEO Perusahaan Besar Inggris

Pada Rabu (19/4) pagi waktu setempat, di Fitzroy Suite, Hotel Grosvenor House, London, Inggris, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan-perusahaan besar Inggris seperti Bob Dudley (British Petroleum), Stuart Gulliver (HSBC), Sir John Peace (Standard Charter), dan Rupert Pearce (Inmarsat).

Forum Bisnis Indonesia-Inggris

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pebisnis Inggris untuk berinvestasi di Indonesia sebagai solusi di tengah perlambatan ekonomi global. “Keep calm and invest in Indonesia. I repeat keep calm and invest in Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di Forum Bisnis Indonesia-Inggris yang dihelat di Hotel Mandarin Oriental, London, Rabu (20/4) pagi waktu setempat.

Perteman Dengan Pimpinan Lembaga Finansial Internasional

Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia seperti negara-negara lain juga terdampak dari pelemahan ekonomi dunia, demikin disampaikan Presiden Jokowi saat mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan lembaga finansial internasional di Fitzroy Suite, Hotel Grosvenor House, London, Kerajaan Inggris, Selasa (19/4) pagi waktu setempat, berpengaruh pada ekspor banyak negara. Namun, Presiden menegaskan pelemahan yang terjadi justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan reformasi ekonomi.

Di antara delegasi lembaga finansial yang hadir adalah dari Goldman Sachs, J.P. Morgan Asset Management, Ashmore Investment Management, F&C Asset Managers Limited, London Stock Exchange Group, dan lain-lain.

 

3.Kerjasama Indonesia – Uni Eropa

Pertemuan Dengan Presiden Komisi Eropa

“Indonesia adalah mitra kunci dan strategis bagi Uni Eropa”, demikian disampaikan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker  dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Komisi Eropa di Brussels, Kamis 21 April 2016.

Presiden Jokowi dan Presiden Komisi Eropa menyambut baik dengan telah dapat diselesaikananya Scoping Papers yang menjadi dasar Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Dengan selesainya  Scooping Papers diharapkan agar negoisasi dapat segera dimulai.

Bagi Presiden Jokowi, CEPA akan memperkuat perekonomian Indonesia dan negara-negara  Uni Eropa yang kuat akan memberikan manfaat bagi semua pihak termasuk Indonesia. Dalam kaitan ini Presiden berharap Inggris tetap menjadi bagian dari Uni Eropa.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa diharapkan kiranya FLEGT Licence dapat segera diberlakukan sebagai bentuk penghargaan bagi perdagangan kayu yang legal dan berkelanjutan.

 

4.Kerjasama Indonesia – Belgia

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan resmi ke Brussels, Kerajaan Belgia , Kamis (21/4), bertemu dengan Raja Kerajaan Belgia, Philippe,  di Royal Palace.

Raja Philippe  mengaku mengamati secara dekat perkembangan di Indonesia dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia. Raja Philippe juga menyambut baik deregulasi ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Sementara itu  Presiden Jokowi kekhawatiran Indonesia terhadap beberapa langkah diskriminatif dari negara Uni Eropa (UE) terhadap produk CPO Indonesia. “Saya yakin Belgia tidak akan melakukan langkah diskriminatif tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kash atas atas pemilihan Indonesia sebagai negara tamu pada Festival Europalia Indonesia tahun 2017 serta undangan baginya untuk menghadiri inaugurasi Europalia Indonesia 2017.

 

5.Kerjasama Indonesia – Belanda

Memulai kegiatannya di Belanda, Jumat (22/4) pagi waktu setempat, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Mark Rutte di kediaman resminya Catshuis, Den Haag.

Presiden menyampaikan kerjasama ekonomi dengan Belanda difokuskan pada tiga prioritas pengelolaan air, maritim, serta perdagangan dan investasi.

Kerja Sama Pengelolaan Air
Dalam pertemuan ini, Presiden menyatakan kegembiraan dengan telah berlangsungnya proyek-proyek infrastruktur, terutama yang terkait dengan water supply dan sanitasi, water for food dan ekosistem, water governance, dan water safety. Indonesia, menurut Presiden, tengah menghadapi tantangan untuk menanggulangi banjir, mengatasi abrasi pantai, dan ketersediaan air bersih.

Kerja Sama Maritim
Di bidang maritim, Presiden mengapresiasi minat Belanda untuk mendukung Indonesia mewujudkan visi poros maritim. Visi tersebut diwujudkan dengan pengembangan klaster maritim, baik perikanan, pembangunan kapal laut, infrastruktur, dan sumber daya laut. Selain itu juga peningkatan kapasitas SDM melalui program vocational training bagi pelajar dan mahasiswa sekolah maritim di Indonesia. Hal lain yang tak kalah penting adalah pengembangan peta jangka panjang pembangunan maritim Indonesia.

Partisipasi perusahaan-perusahaan Belanda dalam proyek-proyek infrastruktur maritim di Indonesia seperti pembangunan Deep Seaport Kuala Tanjung dan Pelabuhan Tanjung Priok, sangat dihargai oleh Indonesia.

Perdagangan dan Investasi
Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi menyatakan bahw Belanda merupakan salah satu mitra utama Indonesia untuk perdagangan dan investasi di Eropa. Namun, nilai perdagangan bilateral menunjukkan penurunan. Pada tahun 2014, nilai perdagangan mencapai 4,89 milyar dolar AS, sementara 2015 nilai perdangangan sebesar 4,22 milyar dolar AS.

Untuk investasi Belanda ke Indonesia, juga tercatat penurunan. Tahun 2015 sebesar 1,31 milyar dolar AS sedangkan di tahun 2014 1,73 milyar dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Presiden menyampaikan bahwa untuk menunjang ekonomi Indonesia yang tebuka dan kompetitif, pemerintah telah luncurkan 11 paket deregulasi dan reformasi ekonomi, layanan cepat pemberian izin investasi di kawasan industri dalam waktu 3 jam, layanan cepat One Stop Service di BKPM, dan pembaruan Daftar Negatif Investasi.

Kesepakatan Bisnis Senilai 606 Dolar AS
Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Belanda di Grand Hotel Amrath Kurhaus, Den Haag, Belanda, Jumat (22/04).

Acara forum bisnis ini ditutup dengan penandatanganan empat kesepakatan bisnis senilai 606 juta Dolar AS. Adapun kesepakatan yang ditandatangani adalah Kesepakatan Pembangunan Pabrik Pembuatan Solar Panel di Surabaya, Kesepakatan Pengembangan Industri Benih Kentang Unggulan untuk Meningkatkan Produksi dan Suplai Kentang dalam Negeri sekaligus Meningkatkan Kesejahtetaan Petani Kentang Indonesia, Kesepakatan Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah dan Turbin Pembangkit Listrik Arus di Larantuka-NTT, serta Kesepakatan Pengembangan SDM di bidang Kemaritiman.

 

Uni Eropa dan kalangan bisnisnya memperlihatkan mereka memiliki kepercayaan terhadap perekononomian Indonesia. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keterangan pers sesaat setelah mendarat di Bandar Udara (bandara) Halim Perdanakusuma, Sabtu (23/4) sore, usai lawatannya selama 5 hari ke 4 negara Eropa yaitu Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda.

Hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Eropa memberikan hasil yang positif untuk mempererat kerjasama ekonomi, dan hasil tersebut tentu akan ditindaklanjuti dan dicermati sehingga memberikan kontribusi nyata memperkuat ekonomi Indonesia dan memberikan hasil penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
image : setkab

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here