BOJ Harapkan Pemerintah Jepang Bertindak Lebih Agresif Untuk Pertumbuhan Ekonomi

823

Dengan tantangan ekonomi yang semakin meningkat bagi Jepang, para pejabat di bank sentral menganggap sudah waktunya bagi pemerintah untuk berbuat lebih banyak untuk memacu ekspansi ekonomi.

Sebagian besar pejabat sangat mengharapkan pemerintahan Abe mempercepat reformasi untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan Jepang, beberapa juga menyarankan belanja fiskal yang lebih akan membantu.

Dewan kebijakan BOJ akan menunggu hasil dari pertemuan Federal Reserve AS, mencermati pasar dan memeriksa data ekonomi domestik yang akan dirilis Kamis pagi sebelum membuat keputusan untuk menyesuaikan program stimulus mereka. Sedikit dari mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi adanya tindakan dari BOJ pada pertemuan 27-28 April.

Lihat : Aktifitas Manufaktur April Jepang Merosot Terendah Sejak Januari 2013

Keinginan dalam BOJ untuk pemerintahan Abe berbuat lebih konsisten terlihat dari komentar publik Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda dan seruan oleh Kelompok negara G-20 untuk pemerintah mengambil lebih dari beban dilakukan oleh bank sentral. Seperti baru-baru ini pada 13 April, Kuroda mengatakan bahwa “mengatasi deflasi bukanlah pilihan antara kebijakan moneter atau strategi pertumbuhan:. Keduanya diperlukan”

BOJ memperkirakan tingkat pertumbuhan potensial Jepang adalah “sekitar 0,5 persen atau lebih rendah.” Dengan sedikit ketahanan ekonomi, produk domestik bruto telah berayun antara kontraksi dan ekspansi dalam beberapa tahun terakhir. Ekonomi tumbuh 0,5 persen pada tahun 2015, dan diperkirakan akan sama lagi tahun ini.

Peningkatan Belanja fiskal adalah subyek dari banyak perdebatan dan spekulasi di Tokyo. Anggota parlemen partai yang berkuasa Kozo Yamamoto telah menyerukan mengeluarkan 20 triliun yen  ($ 180 miliar) obligasi pemerintah Jepang untuk membantu pemulihan bencana setelah gempa mematikan di Kumamoto bulan ini. Abe memerintahkan menterinya untuk menyusun anggaran tambahan untuk rekonstruksi dari gempa.

Kekhawatiran tentang dampak potensial pada inflasi dari menguatnya nilai tukar terus meningkat di BOJ menjelang pertemuan kebijakan, menurut orang-orang yang akrab dengan diskusi bank sentral. Juga dibicarakan adalah kemungkinan membantu lembaga keuangan dengan menawarkan tingkat negatif pada beberapa pinjaman, menurut orang-orang yang akrab dengan pembicaraan.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here