Dollar AS Awali Sesi Eropa Dengan Lemas

189

Ditengah perdagangan forex sesi Eropa  hari  Senin  (25/04),  dollar AS masih mendapat tekanan jual dari rival-rival utamanya khususnya dari safe haven yen setelah akhir pekan lalu berhasil mendesak yen ke terendah 3 pekan. Pasar sedang fokus pada pertemuan Fed pekan ini dan banyak opini yang menyebutkan rapat pekan ini masih belum akan memberi sinyal percepatan kenaikan fed rate.

Sentimen tersebut yang membuat laju dollar masih lemah kecuali terhadap poundsterling yang menguat oleh profit taking pasca penguatan tinggi 3 pekan terhadap dollar AS. Selain itu pasar masih menunggu kebijakan BOJ akan kebijakan moneternya yang diperkirakan akan mengadopsi penerapan suku bunga negatif.

Untuk pergerakan kurs komoditas siang ini juga berhasil menguat terhadap dollar meskipun indikator kuat penggerak mata uang tersebut yaitu harga minyak mentah sedang melemah. Sentimen diatas mampu meredam tekanan harga minyak.

Indeks dollar  yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya  di pasar spot   bergerak negatif, setelah dibuka lemas  di 95,11  kini indeks turun  ke posisi 94,91. Akhir pekan lalu indeks dollar ditutup naik  0,5 persen.  Untuk penggerak fundamental malam nanti, data home sales AS yang positif sulit untuk menolong kurs utama global ini.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here