Rupiah Selasa Siang Belum Mampu Unjuk Kekuatan

569

Hingga perdagangan akhir pasar valas sesi Asia Selasa siang  (26/04), belum ada tanda-tanda rupiah  keluar dari  zona merah setelah diawal perdagangan dibuka negatif. Apa yang dialami rupiah siang ini juga dialami oleh banyak kurs kawasan Asia lainnya di tengah terpukulnya dollar AS oleh rival utamanya. Beberapa hari terakhir pasar global mengamankan portofolionya dari negara emerging market jelang pengumuman rapat FOMC hari Kamis dini hari.

Kerugian bursa saham yang akibat pelemahan rupiah terus bertambah hingga akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Terpantau net sell asing siang ini sudah mencapai Rp605 miliar, aksi asing ini  memberikan tekanan pada  IHSG yang  melemah 1,5% ke posisi 4806.

Pergerakan kurs Rupiah  di pasar spot pagi ini bergerak negatif dengan posisi penurunan 0,15% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13218/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13210/US$.  Dari sisi kurs jisdor  dan  kurs BI, rupiah Rabu diperkuat dari perdagangan sebelumnya. 

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat ke posisi 13215 dari hari sebelumnya 13235 pada hari Senin (25/04),  sedangkan kurs transaksi antar bank menguat  ke posisi 13281   dari posisi 13301   perdagangan sebelumnya.

Dan untuk pergerakan kurs rupiah hingga akhir pasar spot hari ini dapat kuat kembali hingga akhir perdagangan  sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13247  resistance  13189 per dollar.  

 

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here