Harga Batubara Rotterdam ICE Tertekan Pelemahan Permintaan Tiongkok

564

Pada akhir perdagangan Kamis dini hari (28/04), harga batubara Rotterdam berakhir turun mengabaikan kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah berakhir lebih tinggi pada penutupan perdagangan hari Rabu setelah Federal Reserve AS menyatakan mempertahankan suku bunga tetap, berbalik dari pelemahan pada awalnya setelah laporan persediaan minyak mentah AS naik ke rekor tertinggi.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate naik 2,93 persen, atau $ 1,29, pada $ 45,33, mencapai rekor tertinggi 2016.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent mencapai juga rekor tertinggi baru 2016 setelah rilis pernyataan Fed, naik $ 1,45 pada $ 47,19 per barel. Brent telah meningkat hampir 20 persen pada April, kenaikan satu bulan terbesar dalam setahun.

Lihat :Harga Minyak Mentah Melonjak Tertinggi 2016 Setelah Keputusan The Fed

Menurunnya harga batubara tertekan penurunan permintaan batubara di Tiongkok. China’s National Development and Reform Commission and National Energy Administration pada tanggal 25 April menangguhkan atau memperlambat rencana untuk lebih dari 100 GW kapasitas batubara di seluruh negeri dalam upaya untuk mengekang kelebihan kapasitas di sektor pembangkit dan mendukung upaya untuk meningkatkan kualitas udara. Hal tersebut mempengaruhi sekitar 200 pabrik saat ini dalam pembangunan.

Kebutuhan listrik di Cina telah jatuh tajam dengan perlambatan ekonomi negara, dan banyak pabrik yang dibangun selama dekade terakhir beroperasi pada kapasitas yang dikurangi secara substansial.

Harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Mei 2016 turun di posisi 46,20 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,40 dollar atau setara dengan -0,86 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam ICE Terangkat Kenaikan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan sentimen pelemahan dollar AS dan potensi kenaikan harga minyak mentah setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga tetap.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 45,70 dollar dan support kedua di level 45,20 dollar. Sedangkan level resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 46,70 dollar dan 48,20 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here