Harga Batubara Rotterdam Tergerus Merosotnya Konsumsi AS

233

Pada akhir perdagangan Jumat dini hari (29/04), harga batubara Rotterdam berakhir turun kembali mengabaikan kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah mencapai posisi tertinggi 2016 untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan hari Kamis, terpicu pelemahan dollar AS.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik 93 sen menjadi $ 48,11 per barel, mendekati level tertinggi sejak November.

Harga minyak telah meningkat 75 persen dalam tiga bulan atau kurang sejak menyentuh level terendah 12-tahun dari sekitar $ 27 per barel untuk Brent pada akhir Januari dan sekitar $ 26 untuk minyak mentah AS pada pertengahan Februari.

Lihat : Harga Minyak Mentah Naik Tiga Hari Berturut Terpicu Pelemahan Dollar AS

Menurunnya harga batubara tertekan merosotnya konsumsi batubara di AS. Konsumsi Batubara turun menjadi 29,6% dari pembangkit listrik skala utilitas di AS pada bulan Februari, sedangkan  gas alam dan energi terbarukan digunakan lebih besar, demikian US Energy Information Administration (EIA) mengatakan pada hari Kamis.

Badan Tenaga Listrik Bulanan menunjukkan bahwa pembangkit batubara mencapai 92,9 GWh pada bulan Februari, turun 18,3% dari Januari dan 26,9% dari bulan yang sama tahun lalu.

Lihat : Konsumsi Batubara Untuk Pembangkit Listrik AS Turun 30 Persen

Harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan September 2016 turun di posisi 46,65 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,15 dollar atau setara dengan -0,32 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam ICE Tertekan Pelemahan Permintaan Tiongkok

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan sentimen pelemahan dollar AS dan potensi kenaikan harga minyak mentah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 46,20 dollar dan support kedua di level 45,70 dollar. Sedangkan level resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 47,20 dollar dan 47,70 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here