Konsumsi Batubara Untuk Pembangkit Listrik AS Turun 30 Persen

228
Konsumsi Batubara turun menjadi 29,6% dari pembangkit listrik skala utilitas di AS pada bulan Februari, sedangkan  gas alam dan energi terbarukan digunakan lebih besar, demikian US Energy Information Administration (EIA) mengatakan pada hari Kamis.
 
Badan Tenaga Listrik Bulanan menunjukkan bahwa pembangkit batubara mencapai 92,9 GWh pada bulan Februari, turun 18,3% dari Januari dan 26,9% dari bulan yang sama tahun lalu.
 
Sedangkan gas alam dan energi terbarukan terdiri masing-masing 31,3% dan 17% dari total bauran energi, naik dari 31,1% dan 14,9% pada bulan Januari. Untuk energi terbarukan, itu adalah posisi bulanan tertinggi energi sejak April 2014. Gas alam mengungguli batubara untuk tujuh dari delapan bulan terakhir, termasuk enam bulan terakhir 2015, menurut data EIA. Sebelum tahun 2015, batubara selalu dominan terhadap gas alam untuk pembangkit listrik.

Setahun yang lalu, batubara menghasilkan 37,9% dari pembangkit tenaga listrik sementara gas menghasilkan 27,2% dan energi terbarukan 14,1%. Persediaan yang mulai menurun dengan berakhirnya PLTB yang dihasilkan dari pelaksanaan US Environmental Protection Agency’s Mercury and Air Toxics Standards dan penurunan harga gas.

 
Menurut laporan EIA, total pembangkit listrik AS datang ke 314,1 GWh pada bulan Februari, turun 11,1% dari Januari. Secara tahunan, pembangkit listrik AS turun 6,4%.

Persediaan sektor listrik mencapai 189 juta st pada bulan Februari, turun 0,1% dari Januari, tetapi sampai 26,2% dari bulan yang sama tahun lalu, menurut laporan tersebut. Persediaan berada 15,1% di atas rata-rata lima tahun.

 
Persediaan subbituminous mencapai 106.700.000 st, naik 0,3% dari bulan sebelumnya, naik 33,9% dari tahun sebelumnya, dan 23,2% di atas rata-rata lima tahun.
 
Persediaan aspal mencapai 77.700.000 st, turun 0,4% dari bulan sebelumnya, naik 20,1% YoY dan 5,6% di atas rata-rata lima tahun.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here