IHSG 2 Mei Dibuka Negatif Tergerus Pelemahan Bursa Global

375

Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan awal pekan Senin (02/05) dibuka turun 9,35 poin atau 0,19 persen pada 4829,23. Pelemahan IHSG terpicu pelemahan bursa global.

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat, tertekan kinerja buruk saham perawatan kesehatan dan pelemahan harga minyak mentah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 57,12 poin lebih rendah, atau 0,32 persen, di 17,773.64.  Indeks S & P 500 ditutup turun 10,51 poin, atau 0,51 persen, pada 2,065.30. Indeks Nasdaq ditutup turun 29,93 poin, atau 0,62 persen, pada 4,775.36. 

Lihat : Bursa Wall Street Akhir Pekan Merosot; Dow Jones Dan S&P Masih Positif Bulan April

Bursa Eropa mengakhiri perdagangan bulan April hari Jumat melemah tajam, tertekan laporan laba emiten yang mengecewakan menyeret pasar saham jauh ke zona merah.

Indeks Pan-Eropa STOXX 600 berakhir 2,1 persen lebih rendah. Pada minggu ini, STOXX 600 ditutup turun 2 persen; dan pada bulan April melonjak 1,2 persen.

Lihat : Bursa Eropa Akhir Pekan Merosot; Bulan April Cetak Kenaikan 1 Persen

Bursa Asia pagi ini juga dibuka di zona merah. Semua indeks utama kawasan Asia bergerak negatif mengikuti pelemahan bursa Wall Street dan sentimen negatif domestik.

IHSG pada awal perdagangan pagi ini tertekan oleh 9 sektor yang berada di zona negatif dengan pelemahan tertinggi sektor Infrastruktur yang turun -1,31%. Pada pagi ini tercatat 79 saham menguat, sedangkan 100 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 347 juta saham dengan nilai mencapai lebih 226 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 12.200 kali.

Lihat : Rekomendasi Saham-saham Unggulan, Senin 2 Mei 2016

Pagi ini aksi profit taking investor asing berlangsung. Tercatat pagi ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 17,09 miliar.

Siang ini akan dirilis data inflasi April yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan potensi pelemahan bursa global. Namun jika data inflasi terealisir menurun akan menguatkan bursa saham. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4784-4752, dan kisaran Resistance 4851-4887.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here