Indeks Hang Seng Berpotensi Terganjal Sentimen Negatif

291

Pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (29/04), indeks Hang Seng di Bursa Hongkong ditutup turun –320,98 poin, atau -1,50 persen, ke 21067.05. Pelemahan indeks Hang Seng mengikuti pelemahan bursa Shanghai. Hasil negatif akhir pekan ini mengakumulasikan hasil mingguan negatif -1,9 persen.

Lihat : Bursa Hong Kong 29 April Berakhir Negatif; Mingguan Turun 2 Persen

Pada hari Senin (02/05), bursa Hong Kong libur memperingati hari buruh. Untuk perdagangan selanjutnya diperkirakan bursa Hong Kong akan mencermati pergerakan ekonomi Tiongkok, juga pergerakan bursa Wall Street dan harga minyak mentah.

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat, tertekan kinerja buruk saham perawatan kesehatan dan pelemahan harga minyak mentah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 57,12 poin lebih rendah, atau 0,32 persen, di 17,773.64.  Indeks S & P 500 ditutup turun 10,51 poin, atau 0,51 persen, pada 2,065.30. Indeks Nasdaq ditutup turun 29,93 poin, atau 0,62 persen, pada 4,775.36. 

Lihat : Bursa Wall Street Akhir Pekan Merosot; Dow Jones Dan S&P Masih Positif Bulan April

Malam nanti akan dirilis data indikator ekonomi ISM Manufacturing PMI April yang diindikasikan menurun dari hasil sebelumnya. Jika ini terealisir, akan menekan bursa Wall Street.

Harga minyak mentah merosot pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat setelah naik ke posisi tertinggi 2016, namun masih membukukan hasil positif baik secara mingguan maupun bulanan pada bulan April ini.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 11 sen, atau 0,2 persen, pada $ 45,96 setelah mencapai puncak tahunan pada $ 46,78. Namun secara mingguan masih mencatatkan hasil positif 5,2 persen, dan secara bulanan di bulan April melonjak 20 persen.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent flat di $ 48,14 per barel, setelah menetap di posisi tertinggi 2016 pada $ 48,50. Secara mingguan juga naik positif 6,6 persen, dan secara bulanan melonjak 23,7 persen.

Lihat : Harga Minyak Mentah Bulan April Melonjak 20 Persen

Pada pergerakan sesi Asia juga masih turun terpengaruh meningkatnya produksi OPEC.

Persediaan OPEC naik menjadi 32.640.000 barel per hari (bph) pada bulan April, dari 32.470.000 barel per hari pada bulan Maret, menurut survei Reuters. Bahwa jumlah tersebut hampir sama dengan posisi Januari pada 32.650.000 barel per hari, ketika Indonesia kembali ke OPEC untuk meningkatkan produksi ke tertinggi setidaknya sejak 1997.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 48 sen, atau lebih dari satu persen, di $ 45,44 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 46,77 per barel pada 0440 GMT, turun 60 sen, atau 1,3 persen, dari pemukiman terakhir.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tertekan Peningkatan Produksi OPEC

Untuk ekonomi Tiongkok, maka hasil pelemahan aktifitas manufaktur Tiongkok dapat menjadi faktor yang menekan bursa Hong Kong pada perdagangan selanjutnya.

Lihat : Aktifitas Manufaktur Tiongkok April Turun Tipis

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng terpantau turun -88,00 poin atau -0,42% pada 20,766.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 20,854.00.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya berpotensi melemah terbatas terpengaruh pelemahan bursa global. Pergerakan bursa Tiongkok bisa menjadi penentu, yang jika terus melemah akan menekan bursa Hong Kong. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 20.826-20.329 dan kisaran Resistance 21.819-22.366.

 

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here