Laba dan NPL BBRI Kurang Mantap, Sahamnya Alami Tekanan

212

Mengamati pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sepanjang perdagangan pekan lalu yang akhirnya ditutup melemah secara mingguan dan juga bulanan, mengawali perdagangan terjadi profit taking yang besar selama 2 hari berturut. Pekan sebelumnya saham emiten perbankan BUMN alami rally dan mencapai posisi tertinggi selama 2 pekan terakhir.

Akhir pekan lalu BBRI umumkan kinerja keuangannya yang positif dalam 3 bulan pertama tahun ini yang hanya meningkat sedikit dibandingkan dengan kinerja kuartal pertama tahun 2015. Keuntungan yang diterima BBRI selama 3 bulan pertama tahun ini hanya  Rp6,14 triliun, kenaikan tidak sampai 1 persen dari Q1-2015.

Pendapatannya saja naik sedikit dari periode yang sama tahun lalu, dimana pendapatan bunga naik 8 persen lebih sebesar Rp 21,84 triliun dan pendapatan non bunga naik 29 persen sebesar Rp 3,91 triliun. Dari sisi pencapaiaan kredit juga hanya naik 18 persen senilai Rp561,11 triliun dengan NPL naik menjadi  2,22% dari  2,17%.

Memantau pergerakannya pada bursa perdagangan saham  akhir pekan lalu  (29/04) saham BBRI ditutup turun 0,2 persen ke posisi 10350.  Saham bergerak negatif dengan volume perdagangan saham mencapai 15,7 juta saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI perdagangan sebelumnya bergerak dengan  indikator MA masih bergerak turun  dan indikator Stochastic bergerak naik di area tengahnya.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat, dan +DI yang juga bergerak flat  menunjukan pergerakan BBRI dalam tekanan kuat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasai trading hari ini pada target level resistance di level 10560  dan  target support di level 10130

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here