IHSG 3 Mei Dibuka Naik Terdukung Penguatan Bursa Global Dan Ekonomi Domestik

372

Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan Selasa (03/05) dibuka positif, saat ini terpantau naik 11,70 poin atau 0,24 persen pada 4820,02. Penguatan IHSG terpicu penguatan bursa Wall Street dan bursa Asia.

Bursa Saham AS ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan hari Senin, terbantu penurunan indeks dolar AS. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,66 persen, di 17,891.16, dengan kenaikan tertinggi saham Home Depot. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,78 persen, pada 2,081.43, dengan sektor konsumen memimpin semua sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,88 persen, pada 4,817.59.

 Lihat : Bursa Wall Street Berakhir Naik Setelah Indeks Dollar AS Melemah

Bursa Asia pagi ini dibuka positif mengikuti penguatan bursa Wall Street. Terpantau Indeks ASX 200 naik 0,52 % pada 5.270,40 terdorong penguatan saham keuangan. Indeks Kospi naik 0,41% pada 1.986,28. Sedangkan bursa Jepang libur hari ini memperingati Hari Konstitusi Jepang.

Penguatan IHSG juga didukung oleh penguatan ekonomi Indonesia setelah inflasi turun atau terjadi deflasi. Indeks Harga Konsumen Indonesia bulan April 2016 mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Deflasi ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2000, demikian dinyatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di Jakarta, Senin (02/05).

BPS menyatakan bahwa deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya tiga indeks kelompok pengeluaran, yaitu yang pertama pada kelompok bahan makanan sebesar 0,94 persen, di antaranya padi-padian termasuk beras, daging, ikan segar dan ikan olahan, telur, dan bumbu-bumbuan.

Lihat : Bulan April Deflasi 0,45 Persen, Tertinggi Sejak Tahun 2000

Penguatan IHSG juga terdukung meningkatnya aktifitas manufaktur Indonesia. Kemajuan ekonomi Indonesia diperpanjang sampai April, dengan kenaikan kuat dalam masuknya pesanan baru memimpin produsen untuk meningkatkan produksi lagi. Bisnis menambahkan pekerja tambahan lebih dari sebulan dan juga membeli lebih banyak barang. Meskipun demikian, ada tanda-tanda peningkatan kapasitas berlebih, karena tingkat kerja menurun pada tingkat yang lebih tajam.

Sementara itu, tingkat persediaan yang menumpuk, dengan tekanan inflasi tetap lemah. Disesuaikan dengan faktor musiman, Nikkei Indonesia Purchasing Managers ‘Manufacturing Index (PMI) – indeks pengukur yang dirancang untuk memberikan angka tunggal dari manufaktur kondisi bisnis -adalah naik dari 50,6 pada bulan Maret mencapai tertinggi 21-bulan menjadi 50,9 pada April.

Lihat : Aktifitas Manufaktur Indonesia April Tertinggi 21 Bulan

IHSG pada awal perdagangan pagi ini terdukung oleh 6 sektor yang berada di zona positif dengan penguatan tertinggi sektor Keuangan yang naik 0,88%. Pada pagi ini tercatat 124 saham menguat, sedangkan 45 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 451 juta saham dengan nilai mencapai lebih 330 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 18.100 kali.

Lihat : Rekomendasi Saham-saham Unggulan, Selasa 3 Mei 2016

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan potensi penguatan bursa global dan penguatan ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4787-4755, dan kisaran Resistance 4851-4883.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here