Harga Minyak Mentah Sesi Asia Naik Terbantu Peningkatan Permintaan

491

Harga minyak naik tipis pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (04/05) setelah jatuh selama dua hari berturut-turut di tengah kekhawatiran bahwa melambatnya permintaan dan meningkatnya produksi Timur Tengah akan memperpanjang kelebihan pasokan global.

Produksi AS telah jatuh dari puncaknya lebih dari 9,6 juta barel per hari (bph) pada musim panas tahun lalu menjadi lebih 8,9 juta barel per hari.

Namun, persediaan minyak mentah negara itu naik 1,3 juta barel dalam pekan hingga 29 April 29 menjadi 539,7 juta barel, menurut data dari American Petroleum Institute, cukup untuk memenuhi permintaan global selama hampir satu minggu.

Namun, permintaan yang kuat untuk produk olahan mengurangi persediaan bensin, diesel dan minyak pemanas.

Berkat permintaan yang kuat yang sedang berlangsung dan harapan lebih lanjut dari pengurangan produksi AS, BMI Research mengatakan pada hari Rabu bahwa harga minyak kemungkinan akan naik dalam jangka pendek tersebut.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 8 sen, atau 0,2 persen, pada $ 43,73 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka internasional Brent diperdagangkan pada $ 45,10 per barel pada 0140 GMT, naik 13 sen, atau 0,3 persen, dari pemukiman terakhir mereka. Brent telah jatuh lebih dari 6 persen sejak 29 April.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun Tergerus Kekuatiran Kekenyangan Global

Harga naik tipis setelah sebelumnya turun lebih dari 6 persen sejak akhir April yang dipicu oleh meningkatnya produksi dari Timur Tengah dan tanda-tanda terbaru perlambatan ekonomi di Asia yang memberikan sentimen penurunan permintaan.

BMI juga menyatakan kemungkinan mundurnya pasokan non-OPEC, sehingga kelebihan pasokan negara OPEC akan mencukupinya.  BMI memperkirakan harga minyak akan naik di atas $ 50 per barel, dan perdagangan dalam kisaran $ 50- $ 60 per barel hingga akhir tahun.

Malam nanti pada sesi perdagangan AS akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh pemerintah AS melalui EIA, yang diindikasikan menurun dari hasil sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi naik jika data persediaan minyak mentah mingguan AS yang dirilis EIA terealisir menurun. Harga diperkirakan menembus kisaran Resistance $ 44,20-$ 44,70, dan jika turun akan menembus kisaran Support $ 43,20-$ 42,70.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here