Harga Gula ICE Berakhir Anjlok Hampir 5 Persen

345

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Jumat dini hari (06/05) berakhir anjlok, tertekan penguatan dollar AS.

Pada akhir perdagangan mata uang kemarin, indeks Dollar AS berakhir naik o,54 persen pada 93.74. Dolar AS naik terhadap mata uang utama karena para pedagang menutup taruhan menguntungkan yang menentangnya menjelang data payrolls,

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya ikutan tergerus melemah.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 berakhir anjlok. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,81 sen atau setara dengan -4,86 persen pada posisi 15,84 sen per pon.

Lihat : Harga Gula ICE Naik Lebih 2 Persen Terpicu Penurunan Produksi India

Malam nanti akan dirilis data Non Fam Payroll April yang diindikasikan turun. Jika terealisir akan berpotensi melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat jika dollar AS terealisir melemah.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 16,30 sen dan 16,80 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi pelemahan harga ada pada posisi  15,30 sen dan 14,80 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here