Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Tergerus Penguatan Dollar AS

391

Harga minyak mentah merosot pada perdagangan sesi Asia, Jumat (06/05), tergerus penguatan dolar AS, yang sementara mengalahkan sentimen gangguan pasokan di Amerika Utara, di mana kebakaran mengancam operasional minyak mentah di Kanada.

Dolar AS menguat terhadap euro dan yen pada hari Jumat menjelang rilis data nonfarm payrolls April AS. Dolar AS yang lebih kuat minggu ini menghentikan kejatuhan hampir 7 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya sejak Januari.

Dolar yang kuat dapat mengurangi permintaan minyak karena membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 44,04, turun 28 sen.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent diperdagangkan pada $ 44,73 per barel pada 0400 GMT, 28 sen di bawah pemukiman terakhir mereka.

Lihat : Harga Minyak Mentah Berakhir Naik; Kekenyangan Global Masih Membayangi

Kebakaran melanda di sekitar kota minyak Kanada Fort McMurray yang telah memaksa evakuasi warga dan penghentian 690.000 barel per hari (bph) dari produksi dari jumlah produksi minyak mentah Kanada untuk 2,2 juta barel per hari.

Menambah pemadaman pasokan di Kanada merupakan penurunan berkelanjutan dalam produksi AS.

Data oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa produksi minyak mentah AS telah menurun 410.000 barel per hari tahun ini, dan 800.000 bph sejak pertengahan 2015, sebagai produsen menyerah pada kekalahan yang melihat harga jatuh lebih dari 70 persen antara pertengahan 2014 dan awal-2016.

Analis mengatakan penurunan produksi Amerika Utara, dikombinasikan dengan gangguan di Amerika Latin, yang memberikan kontribusi untuk penurunan cepat kelebihan pasokan global yang memuncak setinggi 2 juta barel per hari tahun lalu.

Malam nanti akan dirilis data Non Fam Payroll April yang diindikasikan turun. Jika terealisir akan berpotensi melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi naik jika malam nanti dollar AS terealisir melemah. Harga diperkirakan menembus kisaran Resistance $ 44,50-$ 45,00, dan jika turun akan menembus kisaran Support $ 43,50-$ 43,00.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here