Market Outlook 9-13 May 2016

322

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau melemah mengikuti sentimen bursa kawasan yang turun oleh data ekonomi global yang kurang menggembirakan termasuk melambatnya indeks manufaktur di China, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah tipis (0.33%) ke level 4,822.60.

Untuk minggu berikutnya ini (9-13 Mei) IHSG kemungkinan masih dalam posisi wait and see sembari investor memperhatikan arah bursa kawasan terutama terkait isyu suku bunga the Fed. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4930 dan 4990, sedangkan support di level 4760 dan kemudian 4650.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat terkoreksi sementara mata uang dollar rebound secara global karena kemungkinan akan naiknya suku bunga the Fed, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13,240. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,440 dan 13,540, sementara support di level 13,075 dan 12,990.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga dari bank sentral Inggris.

Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Crude Oil Inventories pada Selasa malam; dilanjutkan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Core Retail Sales m/m dan Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Manufacturing Production m/m Inggris pada Rabu sore; diteruskan dengan rilis MPC Official Bank Rate Votes dan Official Bank Rate Bank of England pada Kamis sore yang diperkirakan masih bertahan di level rendah 0.50%.
Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Industrial Production y/y di China pada Sabtu pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat agak menguat setelah pimpinan New York Federal Reserve menyebutkan kemungkinan akan terjadi kenaikan suku bunga the Fed dua kali lagi di tahun ini, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau menguat tipis ke level 93.810. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah terbatas ke level 1.1404. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1215 dan 1.1140 sementara resistance pada 1.1620 dan kemudian 1.1710.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.4429 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.4010 dan kemudian 1.3830 sedangkan resistance pada 1.4770 dan 1.4805. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 107.15. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 113.80 dan 114.90, serta support pada 105.20 serta level 101.10. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.7367. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7280 dan 0.7100, sementara resistance level di 0.7720 dan 0.7850.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah karena masih menunggu hasil data tenaga kerja AS untuk mencari tahu indikasi kenaikan bunga the Fed berikutnya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan ke level 16106. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17635 dan 18570, sementara support pada level 15430 dan lalu 15255. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 20109. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21640 dan 22200, sementara support di 19800 dan 18875.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau membukukan pelemahannya secara terbatas, sebagian karena profit taking setelah bursa mencatat gain tiga bulanan secara berturut-turut. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah tipis ke level  17,735.98, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18185 dan 18350, sementara support di level 17370 dan 16815. Index S&P 500 minggu lalu melemah terbatas ke level 2,050.18 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2111 dan 2135, sementara support pada level 2035 dan 2001.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau mengalami koreksi setelah minggu sebelumnya melejit sementara dollar sedang menanjak, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1288.85 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1307 dan berikut $1322, serta support pada $1208 dan $1180. Di Indonesia, harga emas terpantau naik ke level Rp551,186.

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Dari resesi ekonomi di kawasan Eropa yang berkelanjutan, ekonomi Amerika yang pulih namun secara perlahan, China yang melambat pertumbuhan industrinya, dan seterusnya. Itu yang ramai terjadi dalam pasar financial global. Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan mengertikan pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena mengingat kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here