Marketing Sales SCMA Masih Jauh, Sahamnya Terjun ke Jurang 8 Bulan

876

Pergerakan saham PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) yang selama hampir 2 pekan alami tekanan jual yang cukup besar kembali berlanjut pada perdagangan saham awal pekan hingga akhirnya terjun ke jurang pelemahan 8 bulan. Secara teknikal saham siap alami koreksi penguatan setelah sejak pekan lalu berada di posisi jenuh jual, dan secara fundamental pencapaiaan target marketing sales yang kurang memuaskan memberikan batasan.

Hingga akhir bulan April 2016, SCMA yang menargetkan marketing sales sepanjang tahun 2016 sebesar sebesar Rp4,5 triliun, baru berhasil mencapai 15 persen targetnya senilai Rp700 miliar. Perseroan akui turunnya bisnis properti nasional beberapa kuartal terakhir menjadi penyebab suramnya pencapaiaan target tersebut. Dalam 4 bulan pertama tahun ini pendapatan tersebut didapat dari penjualan Summarecon Bandung.

Memantau pergerakannya pada bursa perdagangan saham  awal pekan  (09/05) saham SMRA ditutup melemah 4,2 persen ke posisi  1375.  Saham anjlok parah  dengan volume perdagangan saham mencapai 52,1 juta saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA perdagangan sebelumnya bergerak bearish dengan  indikator MA  bergerak turun  dan indikator Stochastic bergerak nyaman di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat, dan +DI  bergerak turun menunjukan pergerakan SMRA masih dalam koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasai trading hari ini pada target level resistance di level 1450  dan  target support di level 1353.

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here