Bursa Wall Street Berakhir Naik Lebih 1 Persen Terdukung Lonjakan Minyak Mentah

755

Bursa Saham AS berakhir naik pada akhir perdagangan saham hari Selasa terdorong lonjakan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah melonjak pada akhir perdagangan hari Selasa terpicu gangguan pasokan sebesar 2,5 juta barel per hari di Kanada dan di tempat lain mengatasi kekhawatiran persediaan minyak mentah AS yang tinggi.

Harga minyak mentah berjangka AS ditutup naik $ 1,22, atau 2,81 persen, pada $ 44,66 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 4,3 persen pada $ 45,52 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Melonjak Terpicu Gangguan Pasokan Kanada

Ketiga indeks utama rata-rata ditutup sekitar 1,25 persen lebih tinggi di perdagangan volume tinggi, dengan Dow naik sekitar 222 poin. Saham Goldman Sachs dan IBM memberikan kontribusi paling untuk keuntungan, sementara saham Pfizer dan Wal-Mart yang tertinggal. Kenaikan indeks Dow Jones merupakan hari terbaik sejak 11 Maret.

Sektor Energi, material dan industri naik lebih dari 1,7 persen untuk memimpin semua sektor pada indeks S & P 500 yang lebih tinggi. Saham Amazon.com, Microsoft dan Alphabet membantu keuntungan pada indeks Nasdaq, yang membukukan tiga hari kemenangan beruntun pertama sejak awal April.

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan dalam sebuah laporan Reuters semalam pemerintah akan melakukan intervensi di pasar mata uang jika “satu sisi” yen naik terakhir cukup lama untuk menekan perekonomian. Newswire mengatakan sambutannya menjadi ancaman aksi terkuat sejak yen memulai penguatan yang cepat terhadap dolar – sekitar kenaikan 10 persen dalam tiga bulan terakhir.

Lihat : Bursa Wall Street Berakhir Mixed Terbantu Kinerja Sektor Perawatan Kesehatan

Indeks dolar AS naik 0,17 persen selama enam hari beruntun kemenangan pertama sejak satu bulan April 2015. Yen melemah terhadap dolar ke sekitar ¥ 109,3. Euro berada di dekat $ 1,137.

Dalam berita ekonomi, persediaan grosir naik 0,1 persen pada Maret, sejalan dengan ekspektasi.

Laporan The Job Openings and Labor Turnover Summary (JOLTS) menunjukkan kenaikan lowongan pekerjaan untuk 5,8 juta di bulan Maret, sementara tingkat menyewa turun tipis menjadi 3,7 persen.

Indeks optimisme usaha kecil The National Federation of Independent Business naik untuk pertama kalinya tahun ini, naik 1,0 poin dari level terendah dua tahun di bulan Maret untuk 93,6 pada April, kata Reuters. Angka tersebut tetap di bawah 100 pembacaan pada bulan Desember 2014 dan-rata-rata 42 tahun 98.

Lihat : Optimisme Bisnis Kecil AS April Naik Pertama Kali Tahun 2016

Hasil Treasury diperdagangkan lebih tinggi, dengan hasil 2-tahun sekitar 0,72 persen dan yield 10-tahun di 1,76 persen dalam perdagangan sore.

Saham Eropa ditutup lebih tinggi, namun saham perbankan melemah. Yield bond Jerman 10-tahun mencapai terendah 0,108 persen, terendah sejak 11 April.

Saham Asia ditutup sebagian besar lebih tinggi, dengan indeks Nikkei 225 naik lebih dari 2 persen. Indeks Shanghai ditutup naik, sementara indeks Hang Seng ditutup 0,43 persen lebih tinggi.

Indeks harga konsumen Tiongkok naik 2,3 persen tahun-ke tahun untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan April, membantu terutama oleh lonjakan harga pangan, kata Reuters. Penurunan indeks harga produsen mereda pada bulan April dengan penurunan 3,4 persen dari tahun sebelumnya, penurunan lebih kecil dari perkiraan dan penurunan 4,3 persen bulan Maret.

Lihat : Inflasi Tiongkok Stabil, Tapi Masih Dibawah Target Pemerintah Beijing

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 222,44 poin, atau 1,26 persen, di 17,928.35, dengan kenaikan tertinggi saham Goldman Sachs, sedangkan saham Pfizer dan Wal-Mart penurun terbesar.

Indeks S & P 500 ditutup naik 25,70 poin, atau 1,25 persen, pada 2,084.39, dengan sektor memimpin semua 10 sektor yang lebih tinggi.

Indeks Nasdaq ditutup naik 59,67 poin, atau 1,26 persen, pada 4,809.88.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh EIA yang diindikasikan menurun. Jika hasil ini terealisir akan menguatkan harga minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan malam nanti, bursa Wall Street akan bergerak positif jika harga minyak mentah terealisir meningkat.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here