Awal Indeks Hang Seng 13 Mei Tertekan Pelemahan Wall Street Dan Minyak Mentah

636
indeks hang seng

Pada awal perdagangan bursa Hong Kong Jumat (13/05), indeks Hang Seng dibuka negatif, saat ini terpantau turun -163,83 poin atau -0,82% pada 19751.63. Pelemahan indeks Hang Seng terpicu pelemahan bursa Wall Street dan penurunan harga minyak mentah.

Lihat : Bursa Hong Kong 12 Mei Berakhir Turun Terendah 10 Minggu

Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan akhir pekan Jumat (13/05) dibuka negatif, turun tipis 3,25 poin atau 0,07 persen pada 4800. Pelemahan IHSG terganjal pelemahan bursa global.

Bursa Saham AS ditutup sebagian besar lebih rendah Kamis, terbebani oleh penurunan dalam sektor perawatan kesehatan dan teknologi.  Indeks Dow Jones ditutup naik 0,05 persen, di 17,720.50, dengan kenaikan saham Nike. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,02 persen, pada 2,064.11, dengan penurunan sektor perawatan kesehatan. Indeks Nasdaq ditutup turun 0,49 persen, pada 4,737.33

Lihat : Bursa Hong Kong 12 Mei Berakhir Turun Terendah 10 Minggu

Harga minyak menguat di AS semalam, tapi mundur lagi selama jam Asia. Harga minyak mentah berjangka patokan global Brent turun 0,83 persen ke $ 47,68 per barel, sementara minyak mentah berjangka AS turun 1,22 persen menjadi $ 46,13.

Pada perdagangan pagi ini, saham-saham yang melemah adalah saham CITIC Ltd yang turun -3,27%, saham China Shenhua Energy Co Ltd turun -2,86%, saham Kunlun Energy Co Ltd turun -2,74%, saham Lenovo Group Ltd turun -2,33%, saham China Mobile turun -1,32%.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng pagi ini terpantau turun -201,00 poin atau -1,01% pada 19,602.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,803.00.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya berpotensi melemah terbatas dengan pelemahan bursa Wall Street dan kekuatiran ekonomi Tiongkok serta domestik. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 19.053-18.509 dan kisaran Resistance 20.087-20.577.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here