Harga Minyak Mentah Sesi Asia Tertekan Penguatan Dollar AS

387

Harga minyak merosot pada awal perdagangan Asia pada hari Jumat karena penguatan dollar AS dan Rusia memperingatkan bahwa kelebihan pasokan minyak mentah global dapat bertahan hingga tahun depan.

Indeks Dollar AS telah pulih 2,46 persen nilai dari posisi terendah Mei terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membalikkan hampir 8 persen penurunan di awal tahun.

Dollar AS yang lebih kuat, di mana minyak diperdagangkan, membuat impor bahan bakar lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya, berpotensi memukul permintaan.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 41 sen menjadi $ 46,29 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent diperdagangkan pada $ 47,71 per barel pada 0025 GMT, turun 37 sen dari pemukiman terakhir mereka.

Lihat : Harga Minyak Mentah Naik Tipis Terdukung Pernyataan IEA

Namun para analis mengatakan bahwa penurunan produksi, terutama di Amerika Utara mencegah lebih jauh kejatuhan harga.

Produksi minyak mentah AS telah jatuh 4,7 persen dari puncak tahun 2016 pada bulan Januari menjadi 8,8 juta barel per hari (bph), menurut data Energy Information AS, dan produksi turun 8,4 persen dari puncaknya tahun 2015.

Di Kanada, gangguan produksi minyak mentah dari ladang pasir minyak selanjutnya memaksa penutupan karena kebakaran hutan masih berada sekitar 1 juta barel per hari pada Rabu, meskipun operator mengatakan mereka secara bertahap mengurangi produksi.

Namun produsen minyak mentah atas Rusia menyatakan bahwa penurunan baru-baru ini pada produksi di Amerika, Asia dan Afrika telah mengurangi produksi global dan kelebihan penyimpanan yang membantu menurunkan harga minyak oleh lebih dari 70 persen antara tahun 2014 dan awal 2016.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa surplus minyak dunia mencapai 1,5 juta barel per hari dan bahwa pasar mungkin tidak mengimbangi sampai semester pertama 2017.

Novak mengatakan ia memperkirakan Rusia memproduksi 540 juta ton (10.810.000 barel per hari) atau lebih minyak tahun ini, naik dari 534.000.000 ton pada tahun 2015.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi AS Retail Sales dan Michigan Consumer Sentiment yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi turun dengan penguatan dollar AS. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 45,80-$ 45,30, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance $ 46,80-$ 47,30.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here