Harga Gula ICE Akhir Pekan Retreat; Mingguan Melonjak 6 Persen

330

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dini hari (14/05) berakhir retreat terpicu pelemahan Real Brazil dan peningkatan produksi Brazil.

Pada perdagangan akhir pekan, pasangan mata uang USDBRL menguat 1,42 persen pada 3.5250. Ketika real Brasil melemah terhadap dolar AS, mendorong produsen melakukan penjualan untuk meraih keuntungan yang lebih tinggi untuk barang berdenominasi dolar dalam mata uang lokal.

Sebuah rekor produksi tanaman gula terjadi di pusat Brasil selatan, wilayah berkembang utama produsen terbesar di dunia, berarti kekurangan global musim ini akan menjadi 29 persen lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya, menurut Kingsman, sebuah unit dari S & P global Platts.

Produksi di wilayah Brasil akan naik menjadi 36,4 juta ton, 3,7 persen lebih dari perkiraan sebelumnya. Itu akan menjadi rekor, demikian data dari kelompok industri Unica menunjukkan.

“Produksi Tinggi diperkirakan di Brazil, terutama di kuartal kedua dan ketiga,” kata Kingsman. “Tidak ada keraguan tentang jumlah besar tebu dan menunggu untuk dihancurkan di Brazil pusat-selatan.”

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,24 sen atau setara dengan -1,41 persen pada posisi 16,74 sen per pon.

Secara mingguan harga gula melonjak 6,35 persen, sebagian besar terjadi karena penguatan mata uang Real Brazil dan kekuatiran defisit produksi gula.

Lihat : Harga Gula ICE Naik; Sempat Capai 17 Sen, Tertinggi 1,5 Tahun

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan harapan kenaikan produksi gula di Brazil.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 16,25 sen dan 15,75 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  17,25 sen dan 17,75 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here