Kesepakatan Bisnis Indonesia-Korea Selatan Bukukan USD 18 Miliar

406

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan hari ini, Senin (16/05). Adapun hasil dari kunjungan kerjasama dan bisnis dengan negara ginseng tersebut menghasilkan kesepakatan bisnis senilai USD 18 miliar, yang terdiri dari pernyataan komitmen investasi dari 6 perusahaan Korea Selatan senilai USD 15,8 miliar dan 4 MoU yang ditandatangani antara perusahaan Korea Selatan dan Indonesia senilai USD 2,2 miliar.

Pencapaian tersebut diumukan Kepala BKPM Franky Sibarani, yang ikut mendampingi Presiden, yang dilansir melalui website Sekretariat Negara, dimana kesepakatan bisnis tersebut meliputi sektor kelistrikan termasuk, energi terbarukan, industri pakan ternak, industri film, industri sepatu, dan industri farmasi.

Franky menambahkan kesepakatan bisnis yang ditandatangani bersama merupakan kesepakatan yang serius untuk direalisasikan, karenanya BKPM dan KBRI di Seoul telah melakukan verifikasi bahwa investor Korea yang diumumkan hari ini serius akan merealisasikan investasinya. Pengumuman dan penandatanganan MoU dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Industri dan Energi, HE Joo Hyunghwan.

Adapun Rincian kesepakatan bisnis yang diumumkan di Seoul, Korea Selatan hari ini, tanggal 16 Mei 2016 adalah sebagai berikut:

Komitmen investasi 6 Perusahaan

KOGAS komitmen investasi di bidang infrastruktur gas senilai USD 10 miliar.

Lotte Chemical komitmen investasi di sektor petrokimia USD 4 miliar.

CJ Group komitmen investasi di sektor industri pakan ternak dan perfilman senilai USD 2,1 miliar.

Daewoong Pharmaceutical komitmen investasi di sektor industri bahan baku bio farmasi senilai USD 100 Juta.

Parkland komitmen investasi untuk industri sepatu dengan nilai investasi USD 83,5 Juta.

Posco industri baja tahap II untuk peningkatan produksi hingga 10 juta ton.

Penandatangan 4 MoU Perusahaan Korea Selatan dan Indonesia di bidang  investasi.

KOGAS dan PDPDE Sumatera Selatan, untuk pembangunan jalur gas dari Tanjung Api-Api ke Pulau Bangka senilai USD 600 Juta.

KORBI dan PT Coffindo untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan nilai investasi USD 100 Juta.

Komipo, Posco Engineering dan PT Sulindo Putra Timur, untuk proyek hydro power di Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi USD 230 Juta.

Sedangkan Komipo, Samtan, PT Indika Multi Energi Internasional dan Marubeni, untuk perluasan ketiga pembangkit listrik di Cirebon dengan nilai investasi USD 1,27 miliar.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
image : setkab

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here