Saham-saham Infrastruktur Gagal Angkat IHSG Awal Pekan

188

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan  perdagangan awal pekan (16/05)  masih berakhir di zona merah oleh tekanan jual investor asing yang cukup besar yang dipergaruhi kinerja mengecewakan bursa saham kawasan Asia khususnya Tiongkok yang membuat investor amankan asetnya ke safe haven.

Perdagangan hari pertama pekan ini, IHSG ditutup turun 0,6 persen pada 4731,56 dan indeks saham unggulan LQ45 juga  ditutup turun 1% ke posisi 809. Anjloknya IHSG hari ini dilemahkan  oleh  7 sektor yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan manufaktur.

Lihat: IHSG 16 Mei Berakhir Negatif Tertekan Profit Taking Investor Asing

Selain sektor aneka industri dan manufaktur,  sektor-sektor yang hajar  IHSG hari ini juga datang dari sektor finance, sektor agri, sektor infrastructure, sektor basic industry dan sektor cunsumer.  Adapun saham unggulan yang jadi biang kerok anjloknya  indeks 7 sektor tersebut yaitu saham  ASII, AUTO, GGRM, ICBP, INDF, UNVR, BMRI, BBRI, BBCA, CPIN, AALI, dan BBNI.  Sedangkan saham unggulan di 6 sektor tersebut yang berusaha hijaukan IHSG yaitu saham KAEF, BBRI, SMGR, INTP dan LSIP.

Dari 10 sektor yang diperdagangkan hanya 2 sektor menguat  dan  gagal  tinggikan IHSG, kedua sektor tersebut yaitu  sektor tambang dan infrasruktur.

Sektor infrastruktur naik  0,78%  setelah perdagangan sebelumnya melemah 0,7 persen, saham-saham yang  tinggikan  sektor ini  yaitu saham EXCL, PGAS, TBIG dan TLKM.  Sedangkan saham yang  berusaha lemahkan  sektor ini yaitu saham  JSMR dan GIAA.

Dari semua saham unggulan yang  menekan IHSG hari ini, tampak saham BMRI yang masuk dalam top gainers. Sentimen yang tanjlokkan saham tersebut yaitu kinerja keuangan yang mengesankan.

Lens Hu/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here