Akhir Bursa Seoul 17 Mei Terbantu Kinerja Sektor Teknologi Dan Perminyakan

385
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Selasa (17/05), indeks Kospi ditutup naik tipis 0,01 persen, atau 0,15 poin, di 1.968,06. Kenaikan Indeks Kospi didukung kinerja positif saham sektor teknologi dan perminyakan.

Lihat : Indeks Kospi 17 Mei Bergerak Turun Terganjal Pemangkasan Pertumbuhan OECD

Kenaikan saham sektor teknologi datang dengan adanya berita kenaikan saham Apple pada perdagangan bursa Wall Street yang semalam berakhir naik 3,7 persen, hari terbaik sejak 1 Maret setelah investor kelas atas Warren Buffett dari Berkshire Hathaway mengatakan menginvestasikan lebih dari $ 1 miliar untuk saham baru di perusahaan tersebut.

Merespon berita tersebut, saham Samsung Electronics, yang merupakan pemasok Apple dan juga pesaingnya, naik 1,28 persen.

Penguatan bursa Seoul juga didukung dengan kenaikan harga minyak mentah sesi Asia. Dalam perdagangan Asia, minyak mentah AS berjangka naik 1,09 persen menjadi $ 48,24 per barel pada 03:43 waktu SIN / HK, setelah naik 3,16 persen pada penyelesaian AS, sementara Brent naik 0.63 persen menjadi $ 49,28 per barel setelah menetap sampai 2,38 persen, dengan kedua mencapai penyelesaian tertinggi mereka Senin sejak akhir tahun lalu.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Naik Terpicu Perkiraan Gangguan Pasokan

Kenaikan harga minyak mentah mendukung kenaikan saham-saham perminyakan. saham SK Innovation, naik 1,29 persen, sedangkan saham S-Oil, naik 2,94 persen.

Sedangkan saham-saham otomotif berakhir mixed. Saham Hyundai Motor naik 0,74 persen, saham Kia Motors turun 0,86 persen, saham Hyundai Mobis, naik 0,99 persen.

Sedangkan saham LG Chem, pembuat bahan kimia tertinggi negara, naik 0,71 persen, saham POSCO, perusahaan baja nomor 1, turun 2,4 persen.

Kinerja positif saham-saham teknologi dan perminyakan mengatasi kekuatiran sebelumnya pada perdagangan pagi dengan adanya sentimen pemangkasan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan, yang mengakibatkan menahan keuntungan sehingga hanya naik tipis.

The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), pada Senin (16/05) memangkas proyeksi pertumbuhan perekonomian Korea Selatan tahun 2016 menjadi 2,7 persen dari 3,1 persen, mempertimbangkan perdagangan global yang lesu dan perlambatan di Tiongkok.

Untuk tahun depan, diantisipasi bahwa ekonomi terbesar keempat di Asia ini akan mencapai pertumbuhan 3 persen karena perekonomian dunia naik terus, menurut laporan terbaru berjudul, “OECD Economic Survey of Korea.”

Lihat : OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Korea Selatan

Sementara itu, mata uang lokal ditutup pada 1,173.70 won terhadap greenback AS, naik 6 won dari penutupan sesi sebelumnya

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau naik 0,05 poin atau 0,02% pada 241.25, naik dari posisi penutupan sebelumnya pada 241.20.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Kospi mencermati pergerakan bursa Wall Street dan harga minyak mentah malam ini yang dapat mempengaruhi pergerakan bursa Seoul selanjutnya. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 238.43-235.86 dan kisaran Resistance 244.01-247.01.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here