Lonjakan Harga Minyak Untungkan Bursa Saham Global

312

Perdagangan bursa saham AS awal pekan ditutup lebih tinggi oleh lonjakan harga minyak mentah, dengan indeks Dow Jones  naik 1 persen, di 17710.71 , dengan penguatan  tertinggi saham Apple. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,98 persen, pada 2066.66, dengan sektor energy memimpin penguatan semua sektor.Indeks Nasdaq ditutup turun 19,66 poin, atau 1,22 persen, pada 4775.46.

Bursa Asia pagi ini dibuka kuat oleh penguatan saham-saham energi pasca lonjakan harga minyak.Terpantau Indeks Nikkei naik 1,01% pada 16632.54  terpicu pelemahan Yen. Indeks ASX 200 naik 0,64 % pada 5393.10  terbantu kenaikan saham penambang besar. Indeks Kospi naik  0,03% pada 1967.35 dari sumbangan kekuatan saham Samsung.

Dari pasar komoditas, Harga minyak mentah alami lonjakan kuat dan sempat menyentuh posisi harga tertinggi selama 6 bulan terakhir oleh proyeksi pasokan minyak global yang defisit oleh Goldman Sachs, harga ditutup  naik  3,3 persen, pada posisi  $ 47,72 per barel.

Sedangkan Harga Emas retreat pada akhir perdagangan  semalam dikarenakan lonjakan bursa saham AS dan harga minyak mentah. Harga Emas  turun 0,05 persen menjadi $ 1,272.50 per troy ons. Untuk perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi tertekan oleh penguatan dollar AS.

Dari pasar valas, Dolar AS melemah terhadap banyak rival utamanya kecuali terhadap yen. Hari ini diperkirakan akan rebound oleh data ekonomi yang dirilis malam nanti. Pagi ini terpantau
EURUSD     0.04 % 1.1319
GBPUSD     0.33 % 1.4459
USDJPY     -0.04% 109.02

Dari pasar modal Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan awal pekan Senin (16/05) berakhir turun 0,6% ke posisi 4731,52. Pelemahan IHSG terdorong aksi jual saham investor asing yang masih dipengaruhi kekhawatiran kondisi ekonomi Tiongkok.  IHSG selanjutnya berpotensi menguat terbatas dan diperkirakan akan ada di kisaran support 4705-4718, dan resisten 4747-4762. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: UNVR, INTP, ICBP dan GGRM.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati adalah data indikator ekonomi Inggris dan Amerika Serikat seperti data inflasi bulan April untuk kedua negara dan data building permits, housing starts serta produksi industri untuk AS.

Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here