Bursa Eropa Bergerak Sideways Mencermati Sentimen Kenaikan Suku Bunga AS

333

Pasar Saham Eropa bergerak sideways cenderung melemah pada Rabu (18/05), di tengah kenaikan harga minyak mentah, dan komentar dari pejabat Federal Reserve AS yang mengusulkan kenaikan suku bunga bisa datang lebih cepat dari yang diharapkan.

Indeks Pan-Eropa STOXX 600 melayang-layang di sekitar garis datar.

Indeks FTSE berada pada posisi 6.145,21, turun -22,56 poin atau -0,37%

Indeks DAX berada pada posisi 9.887,26, turun -2,93 poin atau -0,03%

Indeks CAC 40 berada pada posisi 4.294,16, turun -3,41 poin atau -0,08%

Bursa Saham Eropa mengikuti perdagangan negatif di AS semalam setelah Dow Jones Industrial Average ditutup turun 180,73 poin dan indeks komposit Nasdaq adalah 1,25 persen lebih rendah, menandai hari terburuk sejak 7 April.

Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart dan Presiden Fed San Francisco John Williams keduanya mengatakan pada hari Selasa bahwa mungkin ada dua atau tiga kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Pasar juga akan menunggu risalah pertemuan The Fed yang dipublikasikan pada Rabu untuk wawasan lebih lanjut ke dalam pertimbangan bank sentral.

Namun, tidak semua di pasar yakin kenaikan suku bunga bisa datang pada bulan Juni karena faktor risiko eksternal.

Terkait sentimen kenaikan suku bunga menyebabkan dolar menguat dan logam turun. Harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange melemah tajam sementara logam lainnya juga diperdagangkan lebih rendah.

Hal ini telah menekan saham sektor sumber daya dasar, salah satu sektor berkinerja terburuk. Saham Anglo American, Glencore dan Rio Tinto semua lebih rendah pada awal perdagangan.

Di tempat lain di ruang komoditas, harga minyak mentah baik Brent dan WTI berada sedikit lebih tinggi di tengah gangguan pasokan dan penurunan produksi. Persediaan minyak dan gas bernasib baik, dengan sektor ini secara luas datar.

Di sisi pendapatan, perusahaan fashion mewah merek Inggris Burberry melaporkan penurunan 10 persen pada tahun penuh disesuaikan laba sebelum pajak menjadi £ 421 juta ($ 607.500.000), memperingatkan bahwa “lingkungan yang menantang” di sektor ini akan tetap berada di “waktu dekat”. Saham perusahaan yang 6 persen lebih rendah.

Pembuat bir raksasa SABMiller diperdagangkan sedikit lebih tinggi setelah melaporkan penurunan 16 persen laba sebelum pajak dalam 12 bulan hingga 31 Maret, terkena kekuatan dolar AS.

Dalam berita perusahaan lain, saham Novartis yang sedikit lebih tinggi setelah perusahaan obat-obatan ini mengatakan kepalanya, David Epstein, akan meninggalkan perusahaan.

Di tempat lain, saham Fiat Chrysler rally setelah sebuah laporan oleh Il Giornale yang menyarankan Guangzhou Automobile Group bisa mengakuisisi saham perusahaan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya bursa Eropa akan bergerak melemah tertekan pelemahan bursa Asia dan kekuatiran kenaikan suku bunga AS.

 

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here