Risalah The Fed Memungkinkan Kenaikan Suku Bunga AS Juni

264

Bursa Saham AS ditutup mixed dengan sebagian besar menguat pada akhir perdagangan hari Rabu, dengan Dow dan S & P sedikit berubah setelah risalah pertemuan Federal Reserve April mengatakan kenaikan suku bunga Juni adalah mungkin jika data ekonomi membaik. Indeks Dow Jones ditutup turun tipis 0,02 persen, di 17,526.62, dengan penurunan tertinggi saham Wal-Mart dan Nike. Indeks S & P 500 ditutup naik tipis 0,02 persen, pada 2,047.63, dengan kenaikan tertinggi sektor keuangan, teknologi dan perawatan kesehatan. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,50 persen, pada 4,739.12.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed setelah rilis risalah pertemuan The Fed April. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,69% pada 16.759,61  terpicu pelemahan Yen. Indeks ASX 200 turun 0,17 % pada 5.346,90 tertekan penurunan tajam saham energi dan material. Indeks Kospi turun 0,28% pada 1.951,33.

Dari pasar komoditas, Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan hari Rabu, karena dolar melonjak setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS yang menunjukkan pembuat kebijakan bisa menaikkan suku bunga pada bulan Juni. Harga minyak mentah berjangka AS WTI turun 0,25 persen pada 48,19 dollar per barel. Pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi turun dengan penguatan dollar AS.

Sedangkan Harga Emas jatuh di dekat posisi terendah sesi pada akhir perdagangan Rabu setelah risalah dari pertemuan bulan April Federal Reserve menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga AS Juni adalah mungkin jika data ekonomi membaik. Harga emas spot turun lebih dari 1,2 persen pada 1,263.76 dolar per tory ons. Untuk perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi tertekan penguatan dollar AS dipicu menguatnya kenaikan suku bunga AS.

Dari pasar valas, Dolar AS mencapai level tertinggi terhadap euro dalam lebih dari tiga minggu pada hari Rabu dan menembus 110 Yen untuk pertama kalinya dalam hampir tiga minggu setelah risalah pertemuan Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga dimungkinkan pada bulan Juni. EURUSD turun 0.86% pada 1.1215. GBPUSD naik 0.93 % pada 1.4596.  USDJPY naik 0.97 %, pada 110.19. Penguatan Dollar AS diperkirakan akan terus berlanjut dengan sentiment kenaikan suku bunga AS bulan Juni.

Dari pasar modal Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Rabu (18/05) berakhir naik 0,11 persen pada 4734.36. Penguatan IHSG terdukung aksi beli saham investor asing dipicu naiknya harga minyak mentah mendekati posisi tertinggi 2016. IHSG selanjutnya bergerak mixed dengan menguatnya kenaikan suk bunga AS Juni. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4701-4717, dan resisten 4747-4760. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBRI, TLKM, PGAS dan WIKA.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Machinery Orders Jepang, Employment Change dan Unemployment Rate Australia, Business Sentiment Indicator Tiongkok, Retail Sales Inggris, Jobless Claim AS. Sedangkan Dari Indonesia akan dirilis Suku Bunga BI.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here