IHSG 20 Mei Dibuka Lemah Terpicu Pelemahan Bursa Wall Street Dan Eropa

399

Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan Jumat (19/05) dibuka negatif, saat ini terpantau turun tipis -3,38 poin atau -0,07 persen pada 4700,84. Pelemahan IHSG terpicu pelemahan bursa Wall Street dan Eropa yang tertekan dengan prospek kenaikan suku bunga AS bulan Juni.

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis setelah komentar dari Presiden Fed New York William Dudley dan risalah Fed terbaru yang meningkatkan prospek kenaikan suku bunga secepatnya bulan Juni. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,52 persen, di 17,435.40, dengan penurunan tertinggi saham Goldman Sachs. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,37 persen, pada 2,040.04, dengan sektor industri memimpin enam sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 0,56 persen, pada 4,712.53.

Lihat : Bursa Wall Street Berakhir Negatif Tertekan Prospek Kenaikan Suku Bunga AS

The Federal Reserve AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni jika data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua lebih kuat serta inflasi dan pasar kerja menguat, demikian rilis dari risalah pertemuan kebijakan April bank sentral AS yang dirilis dinihari tadi Kamis (19/05).

Lihat : Risalah FOMC : The Fed Memungkinkan Kenaikan Suku Bunga Bulan Juni

Menguatnya kembali kenaikan suku bunga AS bulan Juni menguatkan dollar AS, sehingga investor asing kemungkinan menarik dananya untuk diinvestasikan dalam investasi dalam denominasi dollar AS.

IHSG pada awal perdagangan pagi ini tertekan oleh 5 sektor yang berada di zona negatif dengan pelemahan tertinggi sektor Perdagangan yang turun 0,79%. Pada pagi ini tercatat 61 saham menguat, sedangkan 65 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 195 juta saham dengan nilai mencapai lebih 191 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 10.600 kali.

Lihat : Rekomendasi Saham-saham Unggulan, Jumat 20 Mei 2016

Aksi profit taking investor asing terjadi pagi ini. Terpantau pagi ini dana asing yang keluar pasar modal tercatat Rp. 14,79 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dipicu menguatnya prospek kenaikan suku bunga AS bulan Juni, namun diharapkan adanya optimisme ekonomi Indonesia yang mendukung penguatan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4664-4632, dan kisaran Resistance 4732-4761.


Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here