Prospek Kenaikan Suku Bunga Juni Menguatkan Dollar AS

393

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis setelah komentar dari Presiden Fed New York William Dudley dan risalah Fed terbaru yang meningkatkan prospek kenaikan suku bunga secepatnya bulan Juni. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,52 persen, di 17,435.40, dengan penurunan tertinggi saham Goldman Sachs. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,37 persen, pada 2,040.04, dengan sektor industri memimpin enam sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 0,56 persen, pada 4,712.53.

Bursa Asia pagi ini bergerak naik mengabaikan pelemahan Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,14% pada 16.670,04. Indeks ASX 200 naik 0,21 % pada 5.334,70 terdorong kenaikan saham keuangan. Indeks Kospi naik 0,21% pada 1.950,80.

Dari pasar komoditas, Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan hari Kamis setelah laporan peningkatan pengiriman minyak yang kembali meningkatkan kekuatiran kelebihan pasokan global. Harga minyak mentah AS kontrak Juni berakhir turun 0,1 persen pada 48,16 dolar per barel.  Pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi turun dengan penguatan dollar AS dan kekuatiran kekenyangan pasokan.

Sedangkan harga Emas turun ke terendah tiga pekan pada akhir perdagangan hari Kamis, setelah risalah dari pertemuan kebijakan April Federal Reserve yang mengisyaratkan bisa menaikkan suku bunga AS sesegera bulan Juni. Harga emas spot turun 0,3 persen pada 1,253.80 per troy ons. Untuk perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi tertekan penguatan dollar AS.

Dari pasar valas, Indeks Dolar AS menguat setelah penurunan klaim pengangguran AS dan meningkatnya prospek kenaikan suku bunga AS bulan Juni. EURUSD turun 0.12% pada 1.1202. GBPUSD naik 0.09 % pada 1.4609.  USDJPY turun 0.22 %, pada 109.95. Penguatan Dollar AS diperkirakan akan terus berlanjut dengan sentiment kenaikan suku bunga AS bulan Juni.

Dari pasar modal Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (19/05) berakhir turun 0,64 persen pada 4704.22. Pelemahan IHSG tertekan aksi profit taking investor asing yang dipicu menguatnya kembali harapan kenaikan suku bunga AS bulan Juni ini. IHSG selanjutnya berpotensi melemah terbatas dengan potensi pelemahan bursa global dan harga minyak mentah, juga kekuatiran kenaikan suku bunga AS.   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4664-4684dan resisten 4732-4760. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: ADRO, ANTM, BMTR dan BBTN..

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini Industry Activiy Index Jepang, PPI Jerman, Current Account Zona Euro, Existing Home Sales AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here