2 Sektor Yang Gagal Runtuhkan IHSG Awal Pekan

212

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan  perdagangan hari Senin (23/05) berhasil rebound setelah 4 hari berturut tertekan. Penguatan rupiah terhadap dollar hari ini berhasil menyumbang tenaga kuat bagi saham-saham unggulan.

Perdagangan hari pertama pekan ini, IHSG ditutup naik 0,67 persen pada 4743.66 dan indeks saham unggulan LQ45 juga  ditutup naik 0,84% ke posisi 812. Penguatan  IHSG hari ini diperkuat   oleh  8 sektor seperti  sektor  infrastruktur, finance, property, trade, consumer, mining, aneka industri dan manufaktur.

Lihat:   Denyut Sektoral IHSG : Ditopang Sektor Infrastruktur, Saham TMAS Pendukung

Adapun saham unggulan yang tinggikan   indeks 8 sektor tersebut yaitu saham  BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, PGAS, JSMR, TLKM, PTPP, ADHI, UNTR, GGRM, UNVR, ITMG, dan ASII.  Sedangkan saham unggulan di 8 sektor tersebut yang berusaha lemahkan IHSG yaitu saham BBTN,  ASRI, KAEF, dan ANTM.

Dari 10 sektor yang diperdagangkan hanya 2 sektor melemah  dan  gagal  jatuhkan IHSG,  sektor tersebut seperti sektor agri dan industri dasar.  Namun pelemahan kedua sektor ini tidak signfikan sehingga penguatan IHSG terus stabil.

Sektor industri dasar turun 0,35%  setelah perdagangan sebelumnya melemah 0,2 persen, saham-saham yang  lemahkan sektor ini  yaitu saham INTP, SMGR, INKP dan NIKL.  Sedangkan saham yang  berusaha angkat  sektor ini yaitu saham  LSIP, AALI, CPIN, SMCB dan JPFA.

Dari semua saham unggulan yang  memperkuat IHSG hari ini, tampak saham WIKA, MPPA, PGAS dan UNTR  yang masuk dalam jajaran top gainers.

Lens Hu/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here