Berita Ekonomi Sepekan : Potensi Besar Kerjasama Bisnis Dengan Korea Selatan Dan Rusia

477

Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan dan Rusia, pada 15-20 Mei, memberikan hasil yang menggembirakan dan akan terus ditindaklanjuti hingga terealisir dengan baik.

Seperti yang dijelaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengenai hasil kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Korea Selatan dan Rusia seperti yang dilansir dalam website Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, bahwa semua potensi ini akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia.

1.Kerjasama Indonesia – Korea Selatan

Menlu Retno menjelaskan bahwa dalam kunjungan di Korea Selatan, terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari pengusaha Republik Korea. Hal tersebut tercermin dalam bisnis forum yang dihadiri lebih dari 500 pengusaha Korsel,  dan telah menghasilkan deal bisnis deal sebesar 18 miliar dolar AS.

Selain kerja sama-kerja sama yang sudah kuat yang sudah dilakukan dengan Republik Korea, juga terdapat dua kerja sama yang akan ditambahkan untuk diprioritaskan, yaitu kerjasama dalam rangka akselerasi industrialisasi, dan yang kedua adalah kerja sama pengembangan industri kreatif.

“Setelah pertemuan dengan Presiden Park Geun-hye , tujuh kesepakatan kerja sama ditandatangani yaitu di bidang maritim,  industri kreatif, olahraga, geospasial, kawasan ekonomi khusus, restorasi lahan gambut dan pemberantasan korupsi,” ungkap Menlu Retno Marsudi.

Lihat : Kesepakatan Bisnis Indonesia-Korea Selatan Bukukan USD 18 Miliar

Dalam kunjungan ke Korea Selatan tersebut, untuk pertama kalinya Presiden RI juga berkesempatan untuk melakukan interaksi dengan generasi muda setempat, yang digelar di Universitas Ajou. Presiden menyampaikan pidato kunci pada acara Asian Leadership Conference yang dihadiri oleh Presiden Park dan mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush , serta tokoh-tokoh dunia lainnya.

2.Kerjasama Indonesia – Rusia

Dalam kunjungan ke Rusia, potensi pengembangan kerjasama yang terbuka, antara lain peningkatan ekspor misalnya kelapa sawit, ikan, produk perikanan, buah dan sayuran, potensi pariwisata dan diversifikasi investasi.

“Khusus mengenai masalah investasi, salah satu komitmen di bidang investasi adalah pembangunan kilang minyak senilai 13 miliar dolar AS.  Dan setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Putin telah ditandatangani lima kesepakatan kerjasama, yaitu dibidang pertahanan, IUU Fishing, arsip nasional, kebudayaan dan arsip kementerian luar negeri,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Pertemuan dengan 4 CEO Perusahaan Besar Rusia

Presiden Joko Widodo, Kamis (19/5), menerima kunjungan kehormatan pimpinan 4 perusahaan besar di Rusia. Kunjungan kehormatan tersebut dimaksudkan sebagai penjajakan kerja sama bisnis antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan-perusahaan besar di Rusia tersebut.

Pertemuan bisnis pertama dilaksanakan antara Presiden Joko Widodo dengan CEO Russian Railways (RZD), Oleg Belozerof. Russian Railways merupakan salah satu perusahaan transportasi terbesar di dunia yang bergerak dalam bidang infrastruktur dan pengoperasian layanan kereta api. Pembicaraan bisnis tentang kerja sama membangun rel kereta api untuk kargo yang akan membawa batu bara di Kalimantan. Menteri BUMN Rini Sumarno, menjelaskan bahwa terdapat aturan-aturan yang harus dilihat dan dikaji terlebih dahulu.

Presiden Jokowi juga mengadakan pertemuan dengan CEO Blackspace Group, perusahaan yang diketahui telah beraktivitas di Sulawesi dan Kalimantan. Perusahaan yang berfokus pada penambangan batu bara dan nikel tersebut menjajaki kemungkinan kerja sama dengan BUMN Indonesia. Dalam pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo menekankan bahwa proses pengolahan hasil tambang haruslah memperhatikan lingkungan dan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Juga ditekankan supaya hasil tambang ini diproses menjadi produk lanjutan sampai produk akhir. Karena dengan produk akhir itu nilai tambahnya lebih tinggi.

Presiden Jokowi juga bertemu dengan CEO RUSAL, perusahaan tambang Rusia dengan fokus produksi alumunium terbesar di dunia sedang menjajaki kemungkinan untuk dapat bekerja sama dengan BUMN Indonesia. RUSAL berharap untuk dapat bekerja sama dengan ANTAM dan INALUM untuk memproses produk alumunium.

Yang terakhir Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan pihak Vi Holding Group, yang menyatakan memiliki teknologi baru agar bisa memproses nikel dengan harga yang sangat murah, hanya setengahnya dari sekarang. Vi Holding Group diketahui baru akan menyelesaikan pembangunan pabrik pertamanya di Rusia akhir tahun ini dan pemerintah Indonesia akan terus melihat dan menindaklanjuti pembicaraan tersebut dan menjajaki kemungkinan apakah teknologi baru tersebut dapat diterapkan di Indonesia nantinya.

Pertemuan Bisnis dengan Rosneft

Presiden Joko Widodo, Jumat (20/5) pagi waktu setempat, melakukan pertemuan dengan CEO Rosneft, Igor Sechin di Sochi, Rusia.

CEO Rosneft, perusahaan multinasional terbesar yang dimiliki oleh pemerintah Rusia yang menghasilkan berbagai macam produk perminyakan ini berharap untuk dapat bekerja sama dengan Pertamina dalam membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, dengan total investasi sebesar USD 13 miliar dan kapasitas produksi sebesar 320 ribu barel per hari.

Selain itu Rosneft juga berkomitmen agar Pertamina dapat berperan serta dalam penambangan minyak di Rusia untuk kemudian dibawa ke Indonesia sebagai cadangan minyak nasional.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan, Presiden Jowkowi menekankan agar kesepakatan pembangunan kilang di Tuban tersebut dapat segera diselesaikan agar nota kesepahaman dapat ditandatangani pada hari Kamis (26/5) di Jakarta.

 

3.KTT ASEAN-Rusia

Berkaitan dengan KTT ASEAN-Rusia, Menlu Retno Marsudi. menjelaskan adanya  keinginan Rusia untuk meningkatkan kerjasama dengan ASEAN termasuk di bidang ekonomi dan isu integrasi ekonomi cukup mengemuka selama KTT.

Dalam KTT tersebut, Presiden Jokowi antara lain menyampaikan beberapa hal. Pertama bahwa kemitraan ASEAN dan Rusia harus membawa manfaat bagi perdamaian dan kemakmuran dunia. Yang kedua, Presiden menekankan pentingnya pembangunan arsitektur keamanan kawasan yang mengedepankan sentralitas ASEAN, dan meminta dukungan Rusia terhadap konsep arsitektur keamanan kawasan  yang diusulkan oleh Indonesia, dan Presiden juga menekankan pentingnya kerjasama ekonomi dalam konteks ASEAN-Rusia terutama pada bidang energi, UMKM, dan konektivitas.

4.Kerjasama Indonesia – Vietnam

Di sela-sela KTT ASEAN-Rusia, Presiden Joko Widodo juga melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam yang baru, Nguyen Xuan Phuc, yang menghasilkan dua hal kerjasama yaitu mendorong realisasi target perdagangan sebesar 10 miliar USD di tahun 2018 dan mendorong kelanjutan negosiasi delemitasi maritim Indonesia Vietnam.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
image : setkab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here