Akhir Bursa Tokyo 26 Mei Naik Tipis Tertahan Kekuatan Yen

401

Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Kamis (26/05), indeks Nikkei ditutup naik tipis 15,11 poin, atau 0,09 persen, di 16772.46. Penguatan indeks Nikkei tertahan untuk naik lebih tinggi karena Yen yang terus menguat, berusaha mengatasi sentimen penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga minyak mentah..

Lihat : Indeks Nikkei 26 Mei Dibuka Naik Mengabaikan Penguatan Yen

Bursa Saham AS ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan hari Rabu didukung kenaikan harga minyak mentah yang mencapai posisi tertinggi baru untuk tahun ini. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,82 persen, di 17,851.51, dengan kenaikan tertinggi saham Goldman Sachs. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,70 persen, pada 2,090.54, dengan sektor energy memimpin sembilan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,70 persen, pada 4,894.89.

Lihat : Bursa Wall Street Terangkat Kenaikan Harga Minyak Mentah

Harga minyak mentah berjangka Brent naik di atas $ 50 per barel pada hari Kamis (26/05) untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh bulan, setelah data pemerintah AS menunjukkan penarikan lebih tajam dari perkiraan dalam stok minyak mentah pekan lalu.

Harga minyak mentah berjangka Brent telah naik 31 sen menjadi $ 50,05 per barel pada 0225 GMT, tertinggi sejak 4 November. Ini mengakhiri sesi sebelumnya naik $ 1,13, atau 2,3 persen.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS naik 23 sen menjadi terkuat sejak 12 Oktober di $ 49,79 per barel, setelah menetap pada sesi terakhir 94 sen lebih tinggi.

Lihat : Harga Minyak Mentah Tembus $ 50

Namun penguatan Yen menahan kenaikan bursa Tokyo lebih kanjut, sehingga hanya naik tipis. Yen Jepang terus menguat terhadap dolar, dengan perdagangan kurs di 109,70 per 02:39 HK / SIN.

Saham-saham eksportir Jepang ditutup mixed akibat penguatan Yen. Saham Toyota naik 0,74 persen dan saham Nissan maju 0,66 persen, namun saham Sony menahan keuntungan hampir 1 persen menjadi ditutup datar, setelah naik 6,46 persen di sesi Rabu, karena pasar bereaksi positif terhadap perkiraan pendapatannya.

Biasanya yen adalah negatif bagi eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri ketika dikonversi ke mata uang lokal.

Reuters Tankan, sebuah jajak pendapat bulanan yang bertujuan untuk melacak survei Bank Tankan kuartalan Jepang, menemukan bahwa kepercayaan produsen Jepang ‘jatuh ke level terendah tiga tahun pada Mei, menyoroti dampak dari penguatan yen pada eksportir mobil dan elektronik. Survei tersebut juga menemukan keyakinan sektor jasa ini jatuh pada bulan Mei, dilaporkan Reuters.

Pelaku pasar juga mencatat kurangnya keyakinan tanpa adanya katalis yang kuat sebagai Jepang menjadi tuan rumah pertemuan KTT G7 selama dua hari ini.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau naik 20,00 poin atau 0,12% pada 16,790, naik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,770.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Order dan Pending Home Sales yang diindikasikan menurun. Jika hasil ini terealisir akan melemahkan dollar AS.

Esok pagi akan dirilis data inflasi Jepang bulan April yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei berpotensi melemah terbatas sengan sentimen penguatan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,357-15,884, dan kisaran Resistance 17,351-17,871.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here