Dollar AS Akhir Sesi Amerika Berpotensi Terbakar Lagi

255

Di tengah  perdagangan sesi Eropa  hari Kamis  (26/05), pergerakan nilai tukar dollar AS yang sudah melemah terhadap banyak rivalnya sejak sesi Asia masih nyaman di posisi bearishnya. Dollar AS masih terjebak pada sentimen rencana kenaikan Fed rate pada bulan Juni yang diperkirakan akan dipertegas oleh Janet Yellen esok hari. Menunggu sinyal tersebut sentimen kenaikan pajak penjualan Jepang tahun 2017 maju muncul kuasai sentimen pasar forex hari ini.

Lihat:  Pajak Penjualan Jepang Tetap Dinaikkan, Yen Sesi Asia Tekan Dollar AS

Seperti yang dilaporkan sebelumnya kurs yen berhasil memangkas kekalahannya selama 2 hari berturut setelah pemberitaan Jepang tidak akan menunda lagi rencana kenaikan pajak penjualannya pada April 2017. Yen yang terpukul oleh sentimen kenaikan Fed rate bangkit kembali terhadap dollar kecuali terhadap kurs euro.

Perdagangan sore ini terpantau dollar menjadi mata uang yang paling lemah terhadap mayoritas mata uang global termasuk terhadap rupiah yang sejak pagi terus bergerak kuat. Kekuatan rival utama dollar AS hari ini menerima tenaga dari berbagai sentimen yang menggerakkan kuat mata uang tersebut, seperti euro masih memperoleh tenaga dari sentimen perdagangan sebelumnya yaitu kesepakatan pemberian bailout kepada negara Yunani sebesar €10,3 miliar.

Demikian juga dengan kurs komoditas sore ini masih bergerak sangat kuat merespon harga minyak mentah yang terus menunjukkan peningkatan harga dari perdagangan sebelumnya bahkan nyaris menyentuh kisaran harga US$50 per barel,

Untuk pergerakan selanjutnya, dollar AS malam nanti dipengaruhi banyak sentimen seperti rilis data unemployment claims, pending home sales, durable goods order. Selain rilis data ekonomi juga akan ada pernyataan dari 2 pejabat FOMC.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia pagi ini  turun   0,2 persen setelah dibuka pada posisi 95,39  dan bergulir pada posisi 95,17. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS  alami tekanan jual dari rival utamanya kecuali yen.

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here