Harga Rumah Di Taiwan Anjlok, Pemerintah Baru Fokus Bangun Perumahan Rakyat

549
Taiwan's Democratic Progressive Party presidential candidate Tsai Ing-wen celebrates after winning the Taiwan presidential election at the party headquarters in Taipei, Taiwan, Saturday, Jan. 16, 2016. Tsai was elected as the self-governing island's first female president, returning the main opposition party to power after eight years under Nationalist President Ma Ying-jeou, who is constitutionally barred from another term. (AP Photo/ Ng Han Guan)

Harga rumah di Taiwan, yang telah jatuh dalam satu tahun terakhir dalam satu dekade terbaik, bahkan diprediksi akan terus mengalami penurunan dimasa pemerintahan presiden Taiwan yang berfokus pada pemerataan kekayaan bagi rakyat Taiwan.

Selain harga rumah yang turun 1,2 persen, nilai transaksi juga turun 15,5 persen sejak kuartal pertama 2015, demikian menurut data dari Kementerian Dalam Negeri. Ibukota Taiwan, Taipei adalah pasar properti terburuk di dunia dalam tahun yang berakhir Maret 2016 di antara kota-kota besar yang dilacak oleh Knight Frank LLP.

Tsai Ing-wen, presiden perempuan pertama di pulau itu yang menjabat pekan lalu, berjanji untuk memerangi kesenjangan kekayaan yang semakin dalam dan untuk menyediakan perumahan yang terjangkau bagi generasi muda.

Taiwan meluncurkan langkah-langkah kebijakan menghadapi para spekulan saat harga rumah naik sebanyak tiga kali lipat sejak tahun 2004 di tengah suku bunga KPR yang rendah. Bank sentral pada tahun 2010 mulai membatasi jumlah kredit perumahan bagi rakyatnya, sementara pajak yang dikenakan atas setiap transaksi sebanyak 45 persen, yang mulai berlaku tahun ini.

Sampai akhir Maret 2016, harga rumah di Taipei turun 7,6 persen, memimpin penurunan di antara 35 kota di seluruh dunia, menurut data terbaru Prime Global Cities Index , konsultan properti internasional Knight Frank. Penurunan tersebut lebih besar dari 6 persen di Hong Kong pada periode yang sama.

Perekonomian Taiwan juga mengalami pertumbuhan negatif, karena ekspor, penyumbang terbesar untuk produk domestik bruto, turun selama 15 bulan berturut-turut, di tengah melambatnya permintaan global.

Sentimen mulai melambat di akhir tahun 2014 dan pada tahun 2015. Billy Yen, managing director DTZ Cushman Wakefield, yang berbasis di Taiperi mengatakan, para investor kaya Taiwan mulai berinvestasi di luar Taiwan karena pemerintah baru saat ini akan fokus menyediakan perumahan yang lebih terjangkau oleh masyarakat banyak.

Selasti/ VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here