Rupiah Sepanjang Minggu Berhasil Kuat Lawan Dollar AS

203

Mengakhiri perdagangan  pasar valas akhir pekan (27/05), kurs rupiah yang dibuka kuat  dan bergerak konsolidasi akhirnya menyerah terhadap kekuatan dollar AS diujung perdagangan. Pelemahan rupiah  ini seiring dengan pergerakan kuat kurs dollar AS terhadap banyak rival-rivalnya jelang sinyal kenaikan Fed rate oleh Janet Yellen malam ini. Namun secara mingguan rupiah berhasil menguat setelah 3 pekan dilemahkan dollar.

Lihat: Dollar AS Bangkit dan Tinggalkan Rivalnya Oleh Keyakinan Fed Rate

Pergerakan kurs rupiah yang positif sebelum akhir perdagangan  memberikan semangat bagi investor asing menyetorkan modalnya ke bursa saham, hingga tercetak  net buy  sebesar Rp360 miliar.  Aksi investor  berhasil mensupport IHSG  yang sempat merah dan kini menguat   dengan peningkatan  indeks   0,63% pada posisi 4814.

Pergerakan kurs rupiah  di pasar spot sore ini bergerak negatif dengan posisi penurunan   0,02% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13587/US$ setelah  dibuka kuat  pada level Rp13579/US$. Dari sisi kurs jisdor dan kurs BI rupiah Jumat diperkuat dari perdagangan sebelumnya.

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini  menguat  ke 13615 dari posisi 13671 perdagangan hari Kamis  (25/05),  sedangkan kurs transaksi antar bank  diperkuat ke posisi 13643 setelah perdagangan sebelumnya 13683.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan awal pekan dapat menguat jika sinyal yang diberikan Janet Yellen malam ini mengecewakan dollar AS. Namun jika dollar semakin kuat oleh pernyataan gubernur Fed tersebut maka rupiah diperkirakan melemah membuka perdagangan pekan depan.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here