Harga Minyak Mentah Sesi Asia Merosot Tertekan Penguatan Dollar AS

504

Harga minyak mentah merosot pada perdagangan sesi Asia hari Senin (30/05) tertekan pemnguatan dollar AS dan produksi pasir minyak Kanada yang diperkirakan meningkat pekan ini.

Dollar AS mencapai tertinggi satu bulan terhadap yen pada hari Senin dan berdiri tegak terhadap mata uang utama lainnya setelah komentar Ketua Federal Reserve Janet Yellen meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Lihat : Pidato Yellen : Kenaikan Suku Bunga AS Mungkin Pada Bulan Mendatang

Penguatan Dollar AS membuat lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain untuk mengimpor bahan bakar yang diperdagangkan dalam dollar AS, berpotensi menekan permintaan.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada $ 49,21 per barel pada 0453 GMT, turun 12 sen dari posisi terakhir mereka.

Harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent berada di $ 49,11 per barel, turun 21 sen.

Lihat : Harga Minyak Mentah Tinggalkan $ 50; Mingguan Naik 3 Persen

Perkiraan kenaikan produksi pasir minyak Kanada juga membebani harga WTI, kata para pedagang. Produsen minyak Suncor Energy berencana untuk meningkatkan produksi pada daerah Alberta pekan ini setelah dipaksa untuk menutup sebelumnya di bulan Mei karena kebakaran hutan besar-besaran.

Meskipun kenaikan yang diperkirakan dalam produksi Kanada, ANZ Bank mengatakan bahwa dukungan harga WTI “masih tetap hidup” setelah jatuh besar dalam persediaan minyak AS sebesar 4,2 juta barel menjadi 537 juta barel karena permintaan yang kuat.

Pasar minyak mentah, juga menerima beberapa dukungan dari awal musim panas saat bertepatan dengan musim mengemudi dengan penurunan produksi minyak mentah AS ke level terendah sejak September 2014.

Para pedagang mengatakan dimulainya musim resmi untuk musim permintaan puncak musim panas mengemudi, yang akan dimulai dengan Memorial Day pada hari Senin, adalah alasan utama untuk peningkatan permintaan musiman.

Di pasar minyak dunia, harga minyak mentah Brent telah didukung oleh serangkaian gangguan pasokan di Nigeria, di mana militan telah melancarkan gelombang serangan pada pipa minyak, memotong produksi negara ke level terendah dalam lebih dari dua dekade.

Perhatian juga akan berada pada pertemuan dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina pekan ini, meskipun sebagian besar analis tidak mengharapkan keputusan apapun yang akan menyebabkan perubahan dalam produksi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah bergerak turun dengan sentimen kekenyangan pasokan dan penguatan dollar AS. Harga akan menembus kisaran Support $ 48,70- $ 48,20, dan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 49,70 – $ 50,20.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here