Inflasi Bulan Mei Terkendali Dan SeJalan Dengan Perkiraan BI

560

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2016 mencatat inflasi sebesar 0,24%. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, dengan kenaikan harga tertinggi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,58 persen. Demikian rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik di Jakarta, Rabu (01/06).

Inflasi bulan Mei ini sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia, yang menyatakan bahwa inflasi bulan Mei pada periode menjelang bulan Ramadhan pada tahun ini cukup terkendali dan lebih rendah dibandingkan rata-ratanya dalam lima tahun terakhir.

indonesia-inflation-rate-mom

Inflasi terjadi di semua komponen, terutama komponen bahan makanan bergejolak (volatile foods) dan komponen barang yang diatur pemerintah (administered prices).

Komponen volatile foods (VF) mencatat inflasi secara bulanan sebesar 0,32% (mtm) atau secara tahunan 8,15% (yoy). Inflasi komponen ini terutama bersumber dari peningkatan harga komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng, seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang bulan Ramadhan.

Namun, inflasi VF tertahan dengan menurunnya harga komoditas lainya, seperti cabai merah, beras, dan tomat sayur.

Komponen administered prices (AP) secara bulanan mencatat inflasi sebesar 0,27% (mtm), atau secara tahunan mencatat deflasi sebesar 0,95% (yoy). Inflasi bulanan komponen AP tersebut terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara year to date (ytd) dan tahunan (yoy) masing-masing mencapai 0,40% (ytd) dan 3,33% (yoy), serta berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia, yaitu sebesar 4±1% (yoy).

Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 0,23% (mtm) atau 3,41% (yoy), sejalan dengan terjaganya ekspektasi inflasi dan masih terbatasnya permintaan domestik.

Bank Indonesia menyatakan inflasi diperkirakan akan tetap terkendali dan berada pada sasaran inflasi 2016, yaitu 4±1% (yoy).

Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus bergerak mengendalikan inflasi, khususnya dalam mengendalikan tekanan inflasi pada bulan Ramadhan dan Lebaran. Fokus dilakukan dalam menjamin pasokan, khususnya berbagai bahan kebutuhan pokok, dan menjaga ekspektasi inflasi.

Doni/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here