Harga CPO 3 Juni Tergerus Penguatan Ringgit Dan Pelemahan Minyak Mentah

695

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Jumat siang (03/06) terpantau turun. Pelemahan harga CPO siang ini terpicu menguatnya nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS melemah terhadap Ringgit. Terpantau kurs pasangan dollar AS-Ringgit, turun -0,07% pada 4.1465.

Penguatan Ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya menurun.

Lihat : Harga CPO 2 Juni Naik Terdukung Pelemahan Ringgit

Harga minyak mentah turun tipis pada perdagangan sesi Asia hari Jumat (03/06) terpengaruh sentimen pertemuan OPEC yang gagal mencapai kesepakatan pembatasan produksi.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) gagal untuk menyetujui strategi pembatasan produksi minyak pada hari Kamis karena Iran bersikeras menaikkan produksi untuk mendapatkan kembali pangsa pasar yang hilang selama bertahun-tahun sanksi, yang diangkat pada bulan Januari.

Lihat : OPEC Kembali Gagal Sepakati Pembatasan Produksi

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan turun 9 sen menjadi $ 49,08.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan internasional Brent mendekati $ 50 per barel pada Jumat pagi, diperdagangkan pada $ 49,99 per barel pada 0103 GMT, turun 5 sen dari pemukiman terakhir dan hampir dua kali lipat terendah Januari-nya.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Kegagalan Pertemuan OPEC

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak Agustus 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar 12 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.631 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan Ringgit. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Agustus 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.580 ringgit dan 2.530 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.680 ringgit dan 2.730 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here