Harga Gula ICE Melonjak Hampir 4 Persen, Tertinggi Dalam 23 Bulan

433

Harga gula berjangka ICE berakhir melonjak pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Jumat dini hari (03/06). Harga komoditas ini mengalami penguatan dipicu cuaca hujan di Brazil yang mengganggu produksi gula.

Peningkatan hujan di paruh kedua Mei dan perkiraan untuk hujan deras di babak pertama Juni diperkirakan menunda penghancuran tebu di pusat-selatan Brazil.

“Hujan terus turun di Sao Paulo dan diperkirakan akan terus berlanjut sampai awal pekan depan,” kata Michael McDougall, direktur, komoditas lembaga, dari Societe Generale. “Itu yang menyebabkan perlambatan pemuatan di pelabuhan yang dimulai bulan lalu.”

Beberapa pelaku pasar memperkirakan pabrik akan kehilangan enam sampai delapan hari menghancurkan pada semester pertama Juni, dibandingkan dengan 3,5 hari pada akhir Mei.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melonjak sebesar 0,67 sen atau setara dengan 3,85 persen pada posisi 18,08 sen per pon. Kenaikan ini merupakan tertinggi dalam 23 bulan.

Lihat : Harga Gula ICE Turun Terpicu Peningkatan Produksi Tebu Brazil

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan kekuatiran hambatan produksi tebu karena cuaca hujan. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 18,50 sen dan 19,00 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 17,50  sen dan 17,00 sen.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here