Pasar Menantikan Data Pekerjaan AS

361

Bursa Saham AS ditutup naik di sesi tertinggi pada akhir perdagangan hari Kamis, terbantu kenaikan harga minyak mentah dan kinerja positif sektor perawatan kesehatan, menjelang laporan pekerjaan yang sangat dinantikan pada hari Jumat ini. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,27 persen, di 17,838.56, dengan kenaikan tertinggi saham DuPont. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,28 persen, pada 2,105.26, dengan sektor perawatan kesehatan memimpin tujuh sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,39 persen, pada 4,971.36. Malam nanti akan dirilis data pekerjaan Non Farm Payroll Mei yang diindikasikan meningkat dan Unemployment Rate Mei yang diindikasikan menurun. Bursa Wall Street akan menguat jika hasil ini terealisir.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed menantikan data pekerjaan kunci AS, yang akan menentukan apakah Federal Reserve jadi menaikkan suku bunga bulan Juni atau tidak.. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,52% pada 16.648,30 mengabaikan penguatan Yen. Indeks ASX 200 naik 0,66 % pada 5.313,80 terbantu peningkatan sub indeks energi. Indeks Kospi turun -0,03% pada 1.984,52.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS naik 0,3 persen, pada 49,17 dollar per barel setelah data menunjukkan penarikan mingguan persediaan minyak mentah AS membantu pasar minyak mentah pulih setelah keputusan OPEC untuk tidak menetapkan batas untuk produksinya.. Pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi menguat dengan penurunan persediaan minyak mentah AS.

Sedangkan harga emas spot berakhir turun 0,1 persen pada 1,210.96 per troy ons, setelah keputusan Bank Sentral Eropa yang mempertahankan suku bunga tetap sehingga menguatkan dollar AS terhadap euro. Pada perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi turun dengan sentimen menguatnya kenaikan suku bunga AS bulan Juni.

Dari pasar valas, Dolar AS jatuh ke titik terendah terhadap yen dalam lebih dari dua minggu pada hari Kamis, terbebani oleh ketidakpastian mengenai apakah Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga musim panas ini. Sedangkan Euro melemah setelah keputusan ECB mempertahankan suku bunganya. EURUSD turun 0.34% pada 1.1149. GBPUSD naik 0.04 % pada 1.4420.  USDJPY turun 0.61 %, pada 108.86. Malam nanti akan dirilis data pekerjaan Non Farm Payroll Mei yang diindikasikan meningkat dan Unemployment Rate Mei yang diindikasikan menurun, jika terealisir dapat menguatkan dolar AS.

Dari pasar modal Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (02/06) berakhir turun 0,13 persen pada 4833.23. Pelemahan IHSG terganjal aksi profit taking investor lokal. Mantapnya kinerja bursa saham global akan memberi kenyamanan bagi investor asing untuk lanjutkan aksi belinya. Kondisi ekonomi dalam negeri yang masih stabil meneguhkan aksi asing tersebut. Namun sudah tingginya harga beberapa saham unggulan diwaspadai terjadinya profit taking yang berpotensi membuat IHSG lanjut koreksi. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4814-4824 dan resisten 4852-4870. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BMRI, ASRI, PTPP dan KLBF..

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini Cadangan Devisa Mei Korea Selatan, AIG Services Index Mei Australlia, Nikkei Services PMI Mei Jepang, Caixin Services Mei Tiongkok, Nikkei PMI Mei Hong Kong, Markit Composite Mei Jerman, Perancis, Zona Eropa, Retail Sales Zona Eropa, Data Perdagangan, Non Farm Payroll Mei, Unemployment Rate Mei, Markit Composit, ISM Non Manufacturing PMI Mei Amerika Serikat.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here