Bisnis Alat Berat UNTR Melempem, Laju Sahamnya Terganjal

250

Salah satu anak usaha Astra Group PT United Tractors Tbk (UNTR) yang kinerja keuangannya sering terpangkas oleh omset penjualan alat beratnya, dalam 4 bulan pertama tahun ini omset kembali turun. Merespon pemberitaan turunnya omset perseroan, saham UNTR menutup perdagangan awal pekan masuk zona merah.

Penjualan alat berat UNTR pada bulan Januari hingga bulan April 2016 alami penurunan menjadi 689 unit saja sedangkan tahun sebelumnya periode yang sama mencapai  966 unit alat berat. Namun jika mengintip bisnis batubata dari anak usahanya PT Pamapersada Nusantara j, penjualan batubara selama periode diatas naik mencapai 2,19 juta ton setelah sebelumnya hanya 2 juta ton saja.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Senin (06/06) saham UNTR ditutup   pada level 14350 setelah pada pembukaan  perdagangan  berada pada level 14225. Untuk volume perdagangan  saham  sudah   mencapai  27 ribu  lot saham   dan pergerakan saham bearishmeski investor asing banyak membeli saham hingga mencapai net buy Rp4 miliar.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham UNTR perdagangan sebelumnya bergerak bearish   dengan indikator  MA bergerak naik dan stochastic  masih konsolidasi di area jenuh beli. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading berikutnya  pada target level support di level 14225  hingga target resistance di level 16000.

Lens Hu/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here