IHSG 6 Juni Dibuka Naik Terdorong Penguatan Rupiah

340

Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan awal pekan Senin (06/06) dibuka naik 15 poin atau 0,31 persen pada 4869. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah.

Terpantau pagi ini mata uang Rupiah menguat terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDIDR melemah tajam 0,82 persen pada 13,483.

Penguatan Rupiah terdorong pelemahan dollar AS setelah data pekerjaan AS bulan mei melemah terendah dalam lima tahun. Hasil ini memudarkan harapan kenaikan suku bunga AS bulan ini.

Perekonomian AS menciptakan jumlah pekerjaan paling sedikit dalam lebih dari 5,5 tahun pada Mei karena pekerjaan manufaktur dan konstruksi turun tajam, yang bisa membuat lebih sulit bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Nonfarm payrolls AS hanya meningkat 38.000 pekerjaan bulan lalu, kenaikan terkecil sejak September 2010, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada akhir pekan hari Jumat (03/06). Keuntungan kerja juga dibatasi oleh pemogokan selama sebulan oleh pekerja Verizon, yang menekan sektor payrolls informasi dengan 34.000 pekerjaan.

Lihat : Non Farm Payrolls AS Mei Terendah 5 Tahun; Harapan Kenaikan Suku Bunga Memudar

IHSG pada awal perdagangan pagi ini terdukung oleh semua sektor yang berada di zona positif dengan penguatan tertinggi sektor Pertambangan yang naik 1,27%. Pada pagi ini tercatat 125 saham menguat, sedangkan 36 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 335 juta saham dengan nilai mencapai lebih 273 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 17.200 kali.

Lihat : Rekomendasi Saham-saham Unggulan, Senin 6 Juni 2016

Aksi bei saham oleh investor asing terjadi pagi ini. Terpantau pagi ini dana asing yang masuk pasar modal mencapai Rp. 19,56 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas terdorong memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS dan optimisme ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4819-4786, dan kisaran Resistance 4883-4916.


Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here