Indeks MSCI Asia Pacific Naik Menjadi 130,11 Didukung Saham-Saham Negara Berkembang

287

Bursa saham Asia Pasifik sore ini pada umumnya ditutup naik karena pasar negara berkembang rally setelah sempat melemah imbas laporan kerja AS yang memicu spekulasi Federal Reserve akan menunda menaikkan suku bunga, sementara saham Jepang masih mengalami pelemahan .

MSCI Asia Pacific Index naik 0,3 persen menjadi 130,11 pada 16:00 di Hong Kong, mengembalikan penurunan sebanyak 0,5 persen.

MSCI Emerging Markets Index naik 1 persen, dimana bursa saham di Filipina, Indonesia dan Malaysia bergerak positif. Indeks FTSE Malaysia KLCI naik 0,7 persen karena ringgit melonjak tertinggi dalam dua bulan.

Harga saham Newcrest Mining Ltd melonjak 12 persen di Sydney, keuntungan yang diperoleh karena melonjaknya harga emas hari Jumat lalu, naik tertinggi sejak Februari Jumat. Wharf Holdings Ltd naik 5,2 persen di Hong Kong, memimpin kenaikan harga saham properti di Hongkong setelah JPMorgan Chase & Co mengatakan dampak negatif dari penurunan penjualan properti ritel mulai mereda. Noble Group Ltd merosot 9,6 persen di Singapura setelah OCBC Securities berhenti memberikan perlindungan asuransi terhadap produk-produk komoditas.

Shanghai Composite Index tergelincir 0,2 persen, membalikkan kerugian yang dialami selama ini sebanyak 0,3 persen.

Indeks Straits Times Singapura naik 0,8 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,4 persen dan S & P / ASX 200 Index Australia naik 0,8 persen. Indeks Taiex Taiwan naik 0,1 persen. Pasar di Korea Selatan dan Selandia Baru tutup karena hari libur.

Indeks Topix Jepang turun 0,4 persen, menutup kerugian yang diderita selama sebanyak 1,9 persen, karena yen melemah 0,6 persen menjadi 107,19 per dolar dalam perdagangan sore, setelah penguatan 2,2 persen pada hari Jumat. Para eksportir Jepang tergelincir, harga saham Honda Motor Co dan Nissan Motor Co anjlok setidaknya 1,3 persen. Sektor perbankan juga merosot, dipimpin Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang turun sebesar 1,5 persen.

Perdana Menteri Shinzo Abe pekan lalu mengatakan negara itu akan menunda kenaikan pajak penjualan yang direncanakan, yang telah dijadwalkan April mendatang, karena kekhawatiran konsumsi tidak cukup kuat untuk menangani retribusi yang lebih tinggi. Perhatian akan beralih ke pertemuan kebijakan BOJ pekan depan untuk tanda-tanda apakah bank sentral akan menambah stimulus untuk mencapai tujuan inflasi 2 persen.

Selasti/ VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here