Sasaran 2016 : Inflasi 4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen

458

Sasaran inflasi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016 diperkirakan berada pada kisaran 4,0 % (yoy), demikian disampaikan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat rapat kerja Pemerintah dengan Komisi XI DPR RI tentang Perkembangan Perekonomian Terkini dan Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBNP 2016, Senin (06/06).

Seperti yang dilansir dalam laman Kementerian Keuangan, pertimbangan penetapan proyeksi laju inflasi adalah ketidakstabilan ekonomi global, keterlambatan musim panen akibat perubahan iklim, kecenderungan naiknya harga ICP pada semester kedua 2016, serta dampak kebijakan reformasi di bidang energi, khususnya terkait Tarif Tenaga Listrik.

Untuk realisasi inflasi hingga akhir Mei 2016 mencapai 3,3% (yoy) merupakan nilai terendah selama 6 tahun terakhir.

Namun Pemerintah tetap optimis untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan PDB diperkirakan mencapai 5,3%, yang akan didorong melalui belanja pemerintah, paket kebijakan dan pembangunan infrastruktur.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut tidak berbeda jauh terhadap perkiraan Bank Indonesia yang menetapkan sebesar 5,0 – 5,4% dan juga World Bank yang memprediksi sebesar 5,1%.

Lihat : Berita Ekonomi Sepekan : Pembangunan Kelistrikan, Membuka Keran Impor Dan Kerjasama Ekonomi

Pemerintah juga memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah akan berada pada level Rp13.500/USD. Faktor- faktor yang mempengaruhi antara lain masih berlangsungnya Quantitative Easing di kawasan Eropa dan Jepang, keberlangsungan normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat, perlambatan ekonomi di Tiongkok, perluasan dan pendalaman pasar keuangan juga menjadi tantangan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dalam jangka menengah.

Doni/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here