Sinyal Janet Yellen dan Brexit Ikut Lemahkan Euro 6 Juni

395

Mengamati pergerakan kurs euro  pada perdagangan forex sesi Eropa awal pekan (06/06), turun terhadap dollar AS sejak perdagangan sesi Asia oleh profit taking pasar setelah akhir pekan berhasil mencapai posisi tertinggi dalam 17 pekan. Sentimen yang mendorong terjadinya profit taking selain menanti sinyal kenaikan Fed rate dari pidato Janet Yellen juga kekhawatiran pasar akan jajak pendapat Brexit akhir pekan lalu.

Hasil jajak pendapat sementara akhir pekan lalu menunjukkan suara untuk Brexit lebih besar dari suara untuk Bremain, kondisi ini tidak hanya menakutkan bagi pelaku pasar kawasan Inggris namun juga pelaku pasar global. Pelemahan euro sore ini juga dipicu oleh sentimen negatif dari data pesanan pabrik Jerman yang kontraksi dari bulan sebelumnya.

Pergerakan kurs euro di sesi Eropa (10:45:35 GMT) bergerak lemah terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada   1.1357  di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  Euro turun 22 pips  atau 0,2%  dan nilai bergulir  berada pada 1.1335.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD akan turun   lagi ke posisi    1.1300-1.1272. Namun jika tidak tembus kisaran tersebut maka pair  naik  lagi  menuju  kisaran  1.1401.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here