Harga CPO 7 Juni Tergerus Penguatan Ringgit Dan Pelemahan Minyak Mentah

255

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Selasa siang (07/06) terpantau turun. Pelemahan harga CPO siang ini terpicu menguatnya nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS melemah terhadap Ringgit. Terpantau kurs pasangan dollar AS-Ringgit, turun -0,54% pada 4.0765.

Penguatan Ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya menurun.

Lihat : Harga CPO 6 Juni Ditenggelamkan Kekuatan Ringgit Dan Lemahnya Minyak Mentah

Harga minyak mentah berjangka Brent beringsut lebih rendah pada perdagangan sesi Asia hari Selasa (07/06) setelah mencapai tujuh bulan tertinggi sehari sebelumnya, namun momentum pasar tampak kuat pada dolar yang lemah, serangan terhadap infrastruktur minyak Nigeria dan penurunan persediaan minyak mentah AS.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus turun 13 sen ke $ 50,42 per barel pada 0148 GMT, setelah berakhir naik 91 sen pada hari Senin. Brent menyentuh tinggi $ 50,83 pada sesi sebelumnya, tertinggi sejak 4 November

Harga minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Juli turun 7 sen menjadi $ 49,62 per barel, setelah menetap sampai $ 1,07 pada hari Senin.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun Tipis Pada Sesi Asia

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak Agustus 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar 18 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.642 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan Ringgit. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Agustus 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.590 ringgit dan 2.540 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.690 ringgit dan 2.740 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here